Selamat Datang Di Website Kita. Untuk Menonton Video Dengan Lancar Silahkan Melakukan Intalasi VPN

Klik Disini Untuk Instalasi Add On Google Chrome DISINI

Klik Disini Untuk Instalasi Add On Mozila Firefox DISINI

Setelah Melakukan Instalasi Aktifkan VPN Kalian Dan Refresh Browser, Selanjutnya Tinggal Crottzzz... ^_^
www.sydewa.com www.diapoker.net www.movieonline21.id
Tampilkan postingan dengan label Cerita Pembantu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Pembantu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Cerita Dewasa Kuperkosa Pembantu Pacarku Yang Semok Saat Sepi (2018)

Januari 21, 2018 0
Cerita Dewasa Kuperkosa Pembantu Pacarku Yang Semok Saat Sepi (2018)


Cerita Dewasa Kuperkosa Pembantu Pacarku Yang Semok Saat Sepi – Kali ini Siangmalam228 akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku memperkosa pembantu pecarku yang super seksi saat rumahnya sedang sepi. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.
Pertama kenalkan nama saya Sebastian (nama samaran), saya bekerja di salah satu perusahaan swasta di ibukota Jawa Tengah. Usia saya 27 tahun dan belum menikah. saya tertarik untuk membagi pengalaman saya dengan pembaca yang lain.

Tentang wanita yang saya sukai, saya lebih menyukai orang Indonesia asli dan bahkan saya sering mengamati pembantu – pembantu yang ada di sekitar rumah saya tinggal dan juga wanita-wanita yang usianya lebih tua dari saya.

Kisah ini berawal sebulan yang lalu tahun 2016, saat itu saya bermaksud menjemput pacar saya di rumahnya, namun sesampainya di rumahnya ternyata kosong, hanya ada pembantu bernama S yang ada di rumah. S yang berusia jauh lebih tua dari saya ini bertubuh kecil, hitam, berparas cantik dan mempunyai bentuk payudara yang menarik (walaupun kecil tapi bentuknya tegak ke depan).

Saat itu saya menunggu pacar saya pulang dari kerjanya, kemudian S minta tolong saya untuk mengangkat meja ke ruangan sebelahnya bersama dengannya.

Untuk mengangkat tentunya kami harus membungkuk, dan pada saat itu S yang menggunakan pakaian batik membungkuk untuk mengangkat meja tersebut di hadapan saya.

Saat itulah saya menyaksikan dua bukit kembar yang bergantungan di dalam BH berwarna hitam. Secara refleks, ‘adik’ saya langsung bangkit dan saya terus memperhatikan pemandangan tersebut sampai akhirnya S menyadari bahwa saya sedang memandangi payudaranya.

Secara refleks S langsung menutup pakaiannya itu dan tersipu malu. Saya bersikap pura- pura tidak mengetahui kejadian tersebut.

Itulah awal dari cerita ini. Sejak saat itu apabila ada kesempatan S memperlihatkan payudaranya di depan saya, entah waktu dia sedang mengepel lantai atau sedang membungkuk selalu dengan secara sengaja dia memperlihatkannya di depan mata saya.

Dalam pikiran saya sudah berkecamuk pikiran untuk dapat meremas payudara tersebut, namun kemudian rasa khawatir muncul lagi karena dia adalah pembantu yang bekerja di tempat pacar saya, bagaimana nanti kalau sampai ketahuan?

Persisnya, bulan April saya ke rumah pacar saya lagi untuk mengambil barang yang tertinggal di sana (pada waktu itu pacar saya dan keluarganya sedang ke kota S untuk acara pernikahan keluarga).

Otomatis pada saat itu di rumah pacar saya hanya ada S seorang diri, saya pun segera masuk ke ruangan di mana saya meninggalkan barang saya.

Kemudian saya bermaksud untuk segera pulang dan memanggil S untuk membukakan pintu bagi saya. Namun setelah saya panggil berulang kali tidak ada jawaban, saya beranikan diri untuk menuju kamarnya untuk memanggil dia.

Pada saat saya sudah berada di depan kamar dan berusaha mengintip ke dalam kamar, saya melihat dia sedang melepaskan baju atas yang dipakainya sehingga hanya memakai BH warna hitam dan rok warna coklat.

S agak terkejut melihat saya sudah berada di depan kamarnya dan langsung berusaha untuk menutupi bagian depan dari tubuhnya. Saya yang sudah terlanjur di depan kamar pun tidak kalah kagetnya melihat S dengan pakaian yang minim. Kami saling berpandangan dan tanpa dapat berkata apa-apa satu sama lain.

Akhirnya saya beranikan untuk maju dan mencoba untuk menyentuh payudaranya, ternyata S hanya diam saja, sehingga akhirnya saya peluk dia dari belakang (bau tubuhnya sangat wangi karena kelihatannya S habis mandi dan keramas).

Kedua tangan saya secara otomatis terarah ke payudaranya yang masih tertutup BH hitam, saya coba mengelusnya dan saya berusaha memasukkan tangan saya ke dalam. Ternyata sesuai dugaan saya, putingnya sudah mengeras dan memanjang. Saat saya pilin, S mengeluarkan suara,

“Ah.. ah.. ahh…” sehingga menimbulkan rangsangan yang hebat bagi saya.

Saya terus memilin putingnya sambil menciumi tengkuknya dari belakang. Adegan tersebut berlangsung selama kurang lebih 5 menit, kemudian S melepaskan tangan saya dari payudaranya dan berbalik menghadap saya, kaos yang saya pakai mula- mula dilepaskannya, kemudian menyusul celana pendek yang saya pakai sehingga sekarang saya tinggal menggunakan celana dalam saja dengan gundukan di tengah yang cukup besar.

Gundukan tersebut dielus dengan gerakan tangan yang sangat merangsang sehingga rasanya penis saya sudah berdenyut-denyut. Kemudian setelah puas dengan elusannya, S melepaskan celana dalam saya dan berkata,

“Untuk ukuranmu kontolmu cukup gede juga ya..” sehingga tampaklah penis saya yang sudah tegang.

Dengan posisi berjongkok, S terus mengocok penis saya dan kemudian memasukkan penis saya ke dalam mulutnya. Perasaan saya semakin berdebar- debar, apalagi ditambah dengan kenikmatan kuluman penis saya di mulut S. S masih terus mengulum penis saya dan kadang ditambah dengan meremas payudaranya sendiri.

Setelah kurang lebih 10 menit, saya angkat dia sehingga sekarang dalam posisi berdiri. Saya tidurkan dia di ranjang dan saya mulai menciumi dia di wajahnya, kemudian dilanjutkan dengan berpagutan, lidah kami saling memasuki mulut masing-masing, sehingga menambah gairah kami.

Kemudian ciuman mulai saya turunkan ke arah leher dan payudara. Melihat puting yang tegak menghadap ke atas itu saya menjadi gemas dan segera saya kulum dan saya gigit dengan pelan, S kelihatan sangat terangsang, terlihat dari gerakan-gerakan dia yang mulai tidak teratur dan napasnya yang tersengal- sengal.

Putingnya masih saya gigit sampai 5 menit kemudian, dan tangan kanan saya mulai menuju ke bagian bawah. Rok yang masih digunakan saya minta untuk dilepas sehingga sekarang tampaklah celana dalam warna hitam dengan bentuk yang sangat kecil, sehingga menambah rangsangan bagi saya.

Tangan kiri saya masih sibuk memilin putingnya, sedangkan tangan kanan saya mulai bergerilya ke bagian dalam celana dalamnya. Begitu memasuki celana dalamnya, terasa ada rambut- rambut keriting yang sudah sedikit basah, saya coba gosok- gosok terus bagian tersebut sambil saya pilin putingnya.

S terus mendesah, “Ah… shh… shhh… enak sekali Mas..! Yang lebih cepat..!”

Saya tingkatkan gosokan tangan kanan saya di vaginanya. Dan setelah beberapa saat saya berhenti, S yang kelihatannya hampir orgasme melihat saya dengan wajah kecewa. Tapi kemudian saya segera mengangsurkan mulut saya ke vaginanya setelah sebelumnya celana dalamnya saya copot.

Tampaklah bagian V yang sangat indah, bulu-bulu kecil keriting dipotong dengan rapih mengikuti jalur V- nya.

Saya segera menciumi bagian tersebut(sebelumnya saya merasa jijik untuk mencium vagina cewek) dan saya menuju ke daerah klitorisnya, saya temukan klitorisnya dan saya jilati dengan lidah saya dengan cepat. S semakin tidak karuan. Menggelinjang ke sana kemari dan mengeluarkan suara- suara yang semakin keras.

“Lebih cepat Mas, lebih cepat..! Ah.. shh.. saya ndak tahan udah mau keluar..!”

Mendengat itu saya semakin bersemangat untuk menjilati klitorisnya sambil kadang meremas payudaranya. Tidak lama kemudian akhirnya menyemprotlah cairan kenikmatan dari lubang vaginanya dan S kelihatan sangat puas sekali.

Setelah itu S duduk dan saya diminta untuk tiduran di ranjangnya, dengan sangat seksi dia mulai menciumi dada saya, perut saya dan akhirnya sampai jugalah ke penis saya yang sudah ereksi sedemikian hebat. S mulai mengulum lagi penis saya, mula-mula dengan pelan namun lama kelamaan semakin bertambah cepat sehingga saya merasakan akan ada sesuatu yang muncrat dari penis saya.

“S saya mau keluar nih..! Ah..!”

S kemudian mengeluarkan penis saya dari dalam mulutnya dan mengepitkan penis saya di antara kedua dadanya. Dengan gerakan naik turun S mengocok penis saya dengan kedua payudaranya. Akhirnya pertahanan saya jebol juga.

“S.., saya keluar, ah..!”

Rasanya seperti terbang ke awang- awang, nikmatnya penis saya dipegang oleh cewek (biasanya saya hanya melakukan onani sambil melihat gambar atau film BF). Setelah itu kami berbaring di ranjang karena kelelahan.

S bercerita ke saya bahwa dia sudah lama ingin melakukan hubungan seks dengan saya, apalagi setelah dia bercerai dengan suaminya. Sambil bercerita, tangan S mulai meraba penis saya lagi sehingga mau tidak mau penis saya kembali tegak menantang.

Melihat itu S berkata, “Saya masukkan ke memekku ya Mas..? Mas mau di bawah atau di atas?” Saya jawab saya di bawah saja, jadi dapat melihat dan meremas payudaranya.
S berkata, “Mas kok nakal sih..? Ntar kan sakit..!”

Kemudian S mulai bangkit dan pelan- pelan ke atas saya dan memasukkan penis saya ke dalam lubang vaginanya. Mulanya terasa seret sekali, namun akhirnya dapat juga penis saya (ukuran nya tidak terlalu panjang mungkin sekitar 14 cm saja) memasuki liang senggamanya. S mulai menggoyang pinggulnya di atas saya dan saya mulai merasakan kenikmatan itu.

Saya sudah membayangkan kenikmatannya waktu melihat film BF, namun saya tidak berani mempraktekkannya. Goyangan pinggul S membuat payudaranya tergoncang-goncang ke kiri dan ke kanan. Saya yang berada di bawahnya sangat terangsang melihat hal itu, tangan saya mulai meremasnya.

“S susumu kok bagus banget toh, belum pentilnya yang gede banget (waktu itu putingnya sudah dalam ukuran maksimal dan warnanya merah sekali, mungkin karena saya gigit tadi)”

Semakin lama goyangan S semakin cepat dan S sudah mendapat orgasmenya yang kedua. Setelah itu kami berganti posisi, saya duduk di ranjang dan dengan posisi berhadapan saya minta S memasukkan penis saya ke lubang vaginanya.

“S cepet..! Aku udah ndak tahan nih..! Pentilmu gede banget..!” (bagian yang paling menarik saya dari tubuh wanita adalah payudara, terutama putingnya)

Kemudian S menggiring penis saya masuk ke dalam lubang vaginanya, saya mengeluarkan desahan tersebut dan juga S secara bersamaan juga mengeluarkan terus desahan-desahannya.

Goyangan yang kami lakukan semakin bertambah cepat. Sambil saya remas payudaranya, saya mencium mulutnya. Kami terus saling berpagutan sambil menggoyangkan pinggul masing- masing. Setelah 10 menit, saya merasa saya sudah mau sampai lagi.

“S aku udah mau keluar lagi nih..! Dikeluarin di dalam atau di luar..?”
“Di dalam aja, tunggu sebentar ya, aku juga mau keluar nih..! Ah.., sh..!”
“S aku udah ndak tahan nih..!”
“Aku juga Mas, ah..!”




Akhirnya pada saat bersamaan kami mengeluarkan cairan kenikmatan kami bersama-sama di dalam lubang vagina S. Setelah itu S mengeluarkan penis saya dari lubang vaginanya dan membungkuk untuk menjilati penis saya dan membersihkannnya sampai sisa-sisa sperma kami bersih luar biasa sekali nikmatnya dan ini kami lakukan berulang-ulang.

Minggu, 10 Desember 2017

Cerita Dewasa Keperjakaanku Hilang Saat Berkunjung Kerumah Dosenku

Desember 10, 2017 0

Cerita Dewasa Keperjakaanku Hilang Saat Berkunjung Kerumah Dosenku – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan Cerita Sex ketika keperjakaanku hilang saat sedang berkunjung kerumah dosenku. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Terlahir dari keluarga sederhana membuatku menjadi anak yg bisa di katakan pemalu. Kejadian ini terjadi sewaktu aku masih kuliah. Karena pada dasarnya aku adalah tipe orang pemalu, maka jarang sekali mempunyai kawan perempuan, awal ceritanya begini sewaktu ujian tengah semesteran ,dosen pengampuku minta tolong untuk datang kerumahnya selesai perkuliahan karena dia akan keluar kota.

Bandar Poker Online Indonesia


Pada hari yg sudah ditentukan, aku pun datang ke rumahnya sekitar jam 7 malam. Sewaktu itu rumahnya hanya ada pembantu (yg juga masih muda dan cantik). Suaminya ketika itu belum pulang dari rapat di puncak. Sewaktu aku membuka pintu rumahnya, aku sedikit terbelalak karena dia memakai gaun tidur yg tipis, Sehingga terlihat payudara yg menyumbul keluar. Sewaktu aku perhatikan, dia ternyata tak memakai BH. Terlihat waktu itu payudaranya yg masih tegak berdiri, tak turun. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B.

Sewaktu aku sedang memperhatikan Dosen aku itu, aku kepergok oleh pembantunya yg ternyata dari tadi juga memperhatikan aku. Seketika itu juga aku menjadi gugup, namun kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya padaku, dan dgn segera selanjutnya ia memberikan minuman padaku. Sewaktu ia memberi minum, belahan dadanya jadi terlihat (karena pakaiannya sedikit pendek), dan sama seperti dosen aku ukurannya juga besar. Kemudian dosenku yg sudah duduk di depan aku berkata, (mungkin karena aku melihat belahan dada pembantu itu)

“Kamu pingin ya “nyusu” juga ya sama payudara yg sintal..?” Aku pun tergagap dan menjawab,

“Ah… enggak kok Bu..!” Lalu dia bilang,
“Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin kamu.” Mungkin karena ia aku anggap bercanda, aku bilang saja,
“Oh.., boleh juga tuh Bu..!” Tanpa diduga, ia pun mengajak aku masuk ke ruang kerjanya. Sewaktu kami masuk, ia berkata,
“Parjono, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!”
Kemudian aku menurut saja, aku lihat punggungnya. Karena tak ada apa-apa, aku bilang,
“Nggak ada apa-apa kok Bu..!” Namun tanpa disangka, ia malah membuka semua gaun tidurnya, dgn tetap membelakangiku.

Aku lihat punggungnya yg begitu mulus dan putih. Kemudian ia menarik tangan aku ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar hatiku berdebar tak karuan. Kemudian aku merayapi putingnya, dan benar perkiraan aku, putingnya besar dan masih keras.
Kemudian ia membalikkan badannya, ia tersenyum sembari membuka celana dalamnya. Terlihat di sekitar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yg lebat. Kemudian aku berkata,

Agen Judi Online Terpercaya


“Kenapa Ibu membuka baju..?” Ia malah berkata,
“Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.”

Karena disuut rangsangan dari badan yg indah, aku ingin juga merasakan badannya, aku pun tanpa basa-basi langsung mencium dan juga meremas payudaranya. Aku hisap hingga ia merasa kegelian. Kemudian ia membuka pakaian aku, ia pun terbelalak sewaktu ia melihat gagang kejantanan aku.

“Oh, besar dan panjang..!” Dosenku pun sudah mulai terlihat atraktif, ia mengulum kemaluan aku hingga biji kemaluanku. Rasanya sungguh tak terbaygkan
“Ah.. ahh Bu… enak sekali, terus Bu, aku belum pernah diperlakukan seperti ini..!” desah aku.

Karena dipuji, ia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Aku juga meremas-remas terus payudaranya, nikmat sekali kata dosen aku. Kemudian ia mengajak aku untuk merubah posisi dan membentuk posisi 69. Aku mencoba menjilati kemaluannya , karena menurutku rasanya aneh, aku mencoba dgn memasukkan jari aku, berharap bisa memberi yg terbaik.

“Ah.. Parjono, aku sudah nggak kuat nih..! Cepat masukkan kemaluanmu..!” katanya.
“Baik Bu..!” jawab aku sembari mencoba memasukkan gagang kemaluan aku ke liang senggamanya.
“Ah.., ternyata sempit juga..! Jarang dimasukin ya Bu..?” tanya aku.
“Iya Parjono, suami Ibu jarang bercinta dgn Ibu, karena itu Ibu belum punya anak, ia pun juga sebentar permainannya.” jawabnya. Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang sewaktu dimasukkannya kemaluan aku sembari berkata,
“Ohh… ohhh… besar sekali kemaluanmu, tak muat ke kemaluanku, ya Parrr..?”
“Ah nggak kok Bu..” jawab aku sembari terus berusaha memasukkan gagang keperkasaan aku.

Kemudian, untuk melonggarkan lubang kemaluannya, aku pun memutar-mutar gagang kemaluan aku dan juga mengocok-ngocoknya dgn harapan dapat melonggarkan liangnya. Dan betul, lubang senggamanya mulai membuka dan gagang kejantanan aku mulai masuk setengah.

“Ohhh… ohhh… Terus Prrr, masukkan terus, jangan ragu..!” katanya memohon.

Sesudah memutar dan mengocok gagang kejantanan aku, akhirnya masuk juga kemaluanku semua ke dalam liang keperempuanannya.

“Oohh pssfff… aha hhah.. ah…” desahnya yg diikuti dgn teriakannya,
“Oh my good..! Ohhh..!” Aku pun mulai mengocok gagang kemaluan aku keluar masuk.
Tak sampai semenit kemudian, dosenku sudah mengeluarkan cairan kemaluannya.
“Oh Parjono, Ibu keluar…” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.
Cairan itu juga memudahkan aku untuk terus memaju-mundurkan gagang keperkasaan aku. Karena cairan yg dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi,
“Crep.. crep.. sleppp.. slepp..” sangat keras.

Karena aku melakukannya sembari menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya. Saat itu aku sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami).

Oh, betapa bahagianya aku sembari terus mengocok gagang keperkasaan aku maju mundur di liang kemaluan dosen aku. Aku juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yg masturbasi sendiri, dan aku baru kali ini melihat perempuan masturbasi.

Cerita Dewasa

Sesudah 15 menit bermain dgn posisi aku berada di atasnya, kemudian aku menyuruh dosen aku pindah ke atas aku sekarang. Ia pun terlihat agresif dgn posisi seperti itu.

“Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas badan aku.
15 menit kemudian ia ternyata klimaks yg kedua kalinya.
“Oh, cepat sekali dia klimaks, padahal aku belum sekalipun klimaks.” batin aku.

Kemudian sesudah klimaksnya yg kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, sedangkan aku berdiri di depannya. Aku terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.

“Oh.. oh.. Parjono, pelan-pelan Parrr..!” katanya.
Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukan gagang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian ia ternyata mengalami klimaks yg ketiga kalinya.

“Ah Parjono, aku keluar, ah… ah… ahhh… nikmat..!” desahnya sembari memuncratkan kembali cairan kemaluannya yg banyak itu.

Sesudah itu ia mengajak aku ke bath-tub di kamar mandinya. Ia berharap agar di bath-tub itu aku dapat klimaks, karena ia kelihatannya tak sanggup lagi membalas permainan yg aku berikan. Di bath-tub yg diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi untuk mengusap-usap badan kami. Karena dosen aku sangat senang diusap payudaranya, ia terlihat terus-terusan bergelinjang. Ia membalasnya dgn meremas-remas buah kemaluan aku menggunakan sabun (bisa pembaca rasakan nikmatnya bila buah zakar diremas-remas dgn sabun).

Sesudah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yg keempat bagi dosen aku dan yg pertama bagi aku.

“Oh Parjono, aku mau keluar lagi..!” katanya.

Sesudah terasa penuh di ujung kepala kemaluan aku, kemudian aku keluarkan gagang kejantanan aku dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas payudaranya sembari mengusap-usap lembut.

“Oh Parjono, engkau sungguh kuat dan partner bercinta yg dahsyat, engkau tak cepat klimaks, sehingga aku dapat klimaks berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Parjono. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku klimaks sekali saja,kadang-kadang tak sama sekali.” ujar dosen aku.

Kemudian karena kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan aku keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaian aku yg berserakan di sana. Di luar ruang kerjanya, aku lihat pembantu dosen aku tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sembari memasukkan jari-jarinya ke dalam kemaluannya.

Karena melihat badan pembantu itu yg juga montok dan putih bersih, aku mulai membaygkan bila aku dapat bersebadan dgnnya. Yg menarik dari badannya adalah karena payudaranya yg besar, sekitar 36D. Akhirnya aku pikir, biarlah aku main lagi di ronde kedua bersama pembantunya.

Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah sesudah melihat permainan aku dgn majikannya. Aku langsung menindih badannya yg montok itu dgn sangat bernafsu. Aku mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya.

Aku mencium dan menjilat seluruh permukaan payudaranya dan turun hingga ke bibir kemaluannya yg ditumbuhi hutan lebat itu. Tak berapa lama kemudian, kami pun sudah mulai saling memasukkan alat kelamin kami.



Kami bermain sekitar 30 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti sewaktu kami sudah 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing.

Oh, ternyata aku sudah bermain seks dgn dua perempuan bernafsu ini selama satu setengah jam. Aku pun akhirnya pulang dgn rasa lelah yg luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya aku merasakan bercinta dgn perempuan.

Jumat, 20 Oktober 2017

Cerita Dewasa Nikmatnya Buah Dada Pembantuku Yang Polos

Oktober 20, 2017 0
Cerita Dewasa Nikmatnya Buah Dada Pembantuku Yang Polos

Cerita Dewasa Nikmatnya Buah Dada Pembantuku Yang Polos – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan kisah Nikmatnya buah dada pembantuku yang polos. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki yang berusia 9 dan 4 tahun. Isteriku bekerja sebagai Direktur di suatu prusahaan swasta. Kehidupan rumah tanggaku harmonis dan bahagia, kehidupan seks-ku dengan isteriku tidak ada hambatan sama sekali.

Kami memiliki seorang pembantu, Sumiah namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena kami dapatkan langsung dari desanya di Jawa Timur. Wajahnya biasa saja, tidak cantik juga tidak jelek, kulitnya bersih dan putih terawat, badannya kecil, tinggi kira-kira 155 cm, tidak gemuk tapi sangat ideal dengan postur tubuhnya, buah dadanya juga tidak besar, hanya sebesar nasi di Kentucky Fried Chicken.

Cerita ini berawal ketika aku pulang kantor kurang lebih pukul 14:00, jauh lebih cepat dari biasanya yang pukul 19:00. Anakku biasanya pulang dengan ibunya pukul 18:30, dari rumah neneknya. Seperti biasanya, aku langsung mengganti celanaku dengan sarung kegemaranku yang tipis tapi adem, tanpa celana dalam. Pada saat aku keluar kamar, nampak Sumiah sedang menyiapkan minuman untukku, segelas besar es teh manis.


Pada saat dia akan memberikan padaku, tiba-tiba dia tersandung karpet di depan sofa di mana aku duduk sambil membaca koran, gelas terlempar ke tempatku, dan dia terjerembab tepat di pangkuanku, kepalanya membentur keras kemaluanku yang hanya bersarung tipis. Spontan aku meringis kesakitan dengan badan yang sudah basah kuyup tersiram es teh manis, dia bangun membersihkan gelas yang jatuh sambil memohon maaf yang tidak henti-hentinya.

Semula aku akan marah, namun melihat wajahnya yang lugu aku jadi kasihan, sambil aku memegangi kemaluanku aku berkata, “Sudahlah nggak pa-pa, cuman iniku jadi pegel”, sambil menunjuk kemaluanku.

“Sum harus gimana Pak?” tanyanya lugu.
Aku berdiri sambil berganti kaos oblong, menyahut sambil iseng, “Ini musti diurut nih!”
“Ya, Pak nanti saya urut, tapi Sum bersihin ini dulu Pak!” jawabnya.

Aku langsung masuk kamar, perasaanku saat itu kaget bercampur senang, karena mendengar jawaban pembantuku yang tidak disangka-sangka. Tidak lama kemudian dia mengetuk pintu, “Pak, Mana Pak yang harus Sum urut..” Aku langsung rebah dan membuka sarung tipisku, dengan kemaluanku yang masih lemas menggelantung. Sum menghampiri pinggir tempat tidur dan duduk.

“Pake, rhemason apa balsem Pak?” tanyanya.
“Jangan.. pake tangan aja, ntar bisa panas!” jawabku.

Lalu dia meraih batang kemaluanku perlahan-lahan, sekonyong-konyong kemaluanku bergerak tegang, ketika dia menggenggamnya.

“Pak, kok jadi besar?” tanyanya kaget.
“Wah itu bengkaknya mesti cepet-cepet diurut. Kasih ludahmu aja biar nggak seret”, kataku sedikit tegang.
Dengan tenang wajahnya mendekati kemaluanku, diludahinya ujung kemaluanku.
“Ah.. kurang banyak”, bisikku bernafsu.

Kemudian kuangkat pantatku, sampai ujung kemaluanku menyentuh bibirnya, “Dimasukin aja ke mulutmu, biar nggak cape ngurut, dan cepet keluar yang bikin bengkak!” perintahku seenaknya.

Perlahan dia memasukkan kemaluanku, kepalanya kutuntun naik turun, awalnya kemaluanku kena giginya terus, tapi lama-lama mungkin dia terbiasa dengan irama dan tusukanku. Aku merasa nikmat sekali. “Akh.. uh.. uh.. hah..” Kulumannya semakin nikmat, ketika aku mau keluar aku bilang kepadanya, “Sum nanti kalau aku keluar, jangan dimuntahin ya, telan aja, sebab itu obat buat kesehatan, bagus sekali buat kamu”, bisikku. “Hepp.. ehm.. HPp”, jawabnya sambil melirikku dan terus mengulum naik turun.

Akhirnya kumuncratkan semua air maniku. “Akh.. akh.. akh.. Sum.. Sum.. enakhh..” Pada saat aku menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak, wajahnya meringis merasakan cairan asing membasahi kerongkongannya, hanya aku saja yang membimbing kepalanya agar tetap tidak melepas kulumannya.


Setelah aku lemas baru dia melepaskan kulumannya, “Udah Pak?, apa masih sakit Pak?” tanyanya lugu, dengan wajah yang memelas, bibirnya yang basah memerah, dan sedikit berkeringat. Aku tertegun memandang Sum yang begitu menggairahkan saat itu, aku duduk menghampirinya, “Sum kamu capek ya, apa kamu mau tahu kalau kamu diurut juga kamu bisa seger kayak Bapak sekarang!”

“Nggak Pak, saya nggak capek, apa bener sih Pak kalo diurut kayak tadi, bisa bikin seger? tanyanya semakin penasaran. Aku hanya menjawab dengan anggukan dan sambil meraih pundaknya kucium keningnya, lalu turun ke bibirnya yang basah dan merah, dia tidak meronta juga tidak membalas. Aku merasakan keringat dinginnya mulai keluar, ketika aku mulai membuka kancing bajunya satu persatu, sama sekali dia tidak berontak hingga tinggal celana dalam dan Bh-nya saja.

Tiba-tiba dia berkata, “Pak, Sum malu Pak, nanti kalo Ibu dateng gimana Pak?” tanyanya takut.

“Lho Ibu kan baru nanti jam enam, sekarang baru jam tiga, jadi kita masih bisa bikin seger badan”, jawabku penuh nafsu. Lalu semua kubuka tanpa penutup, begitu juga aku, kemaluanku sudah mulai berdiri lagi.

Dia kurebahkan di tepi tempat tidur, lalu aku berjongkok di depan dengkulnya yang masih tertutup rapat, “Buka pelan-pelan ya, nggak pa-pa kok, aku cuma mau urut punya kamu”, kataku meyakinkan, lalu dia mulai membuka pangkal pahanya, putih, bersih dan sangat sedikit bulunya yang mengitari liang kewanitaannya, cenderung botak.

Dengan ketidaksabaranku, aku langsung menjilat bibir luar kewanitaannya, tanpa ampun aku jilat, sesekali aku sodokkan lidahku ke dalam, “Akh.. Pak geli.. akh.. akuhhfh..” Klitorisnya basah mengkilat, berwarna merah jambu.

Aku hisap, hanya kira-kira 5 menit kulumat liang kewanitaannya, lalu dia berteriak sambil menggeliat dan menjepit kepalaku dengan pahanya serta matanya terpejam. “Akh.. akh.. uahh..” teriakan panjang disertai mengalirnya cairan dari dalam liang kewanitaannya yang langsung kujilati sampai bersih.

“Gimana Sum, enak?” tanyaku nakal. Dia mengangguk sambil menggigit bibir, matanya basah kutahu dia masih takut. “Nah sekarang, kalau kamu sudah ngerti enak, kita coba lagi ya, kamu nggak usah takut!”. Kuhampiri bibirnya, kulumat bibirnya, dia mulai memberikan reaksi, kuraba buah dadanya yang kecil, lalu kuhisap-hisap puting susunya, dia menggelinjang, lama kucumbui dia, hingga dia merasa rileks dan mulai memberikan reaksi untuk membalas cumbuanku, kemaluanku sudah tegang.

Kemudian kuraba liang kewanitaannya yang ternyata sudah berlendir dan basah, kesempatan ini tidak kusia-siakan, kutancapkan kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya, dia berteriak kecil, “Aauu.. sakit Pak!”. Lalu dengan perlahan kutusukkan lagi, sempit memang, “Akhh.. uuf sakit Pak..”.

Melihat wajahnya yang hanya meringis dengan bibir basah, kuteruskan tusukanku sambil berkata, “Ini nggak akan lama sakitnya, nanti lebih enak dari yang tadi, sakitnya jangan dirasain..” tanpa menunggu reaksinya kutancapkan kemaluanku, meskipun dia meronta kesakitan, pada saat kemaluanku terbenam di dalam liang surganya kulihat matanya berair (mungkin menangis) tapi aku sudah tidak memikirkannya lagi, aku mulai mengayunkan semua nafsuku untuk si Sum.

Hanya sekitar 7 menit dia tidak memberikan reaksi, namun setelah itu aku merasakan denyutan di dalam liang kewanitaannya, kehangatan cairan liang kewanitaannya dan erangan kecil dari bibirnya.

Aku tahu dia akan mencapai klimaks, ketika dia mulai menggoyangkan pantatnya, seolah membantu kemaluanku memompa tubuhnya. Tak lama kemudian, tangannya merangkul erat leherku, kakinya menjepit pinggangku, pantatnya naik turun, matanya terpejam, bibirnya digigit sambil mengerang,

“Pak.. Pak terus.. Pak.. Sum.. Summ..Sum.. daapet enaakhh Pak.. ahh..” mendengar erangan seperti itu aku makin bernafsu, kupompa dia lebih cepat dan.. “Sum.. akh.. akh.. akh..” kusemprotkan semua maniku dalam liang kewanitaannya, sambil kupandangi wajahnya yang lemas. Aku lemas, dia pun lemas.

“Sum aku nikmat sekali, habis ini kamu mandi ya, terus beresin tempat tidur ini ya!”, suruhku di tengah kenikmatan yang kurasakan.
“Ya Pak”, jawabnya singkat sambil mengenakan pakaiannya kembali.

Ketika dia mau keluar kamar untuk mandi dia berbalik dan bertanya, “Pak.. kalo pulang siang kayak gini telpon dulu ya Pak, biar Sum bisa mandi dulu, terus bisa ngurutin Bapak lagi”, lalu ngeloyor keluar kamar, aku masih tertegun dengan omongannya barusan, sambil menoleh ke sprei yang terdapat bercak darah perawan Sum.


Saat ini Sum masih bekerja di rumahku, setiap 2 hari menjelang menstruasi (datang bulannya sangat teratur), aku pulang lebih awal untuk berhubungan dengan pembantuku, namun hampir setiap hari di pagi hari kurang lebih pukul 5, kemaluanku selalu dikulumnya saat dia mencuci di ruang cuci, pada saat itu isteriku dan anak-anakku belum bangun.

Minggu, 15 Oktober 2017

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Dosen Seksiku dan Pembantu Semoknya

Oktober 15, 2017 0
Cerita Dewasa Ngentot Dengan Dosen Seksiku dan Pembantu Semoknya

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Dosen Seksiku dan Pembantu Semoknya – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku pergi kerumah dosen seksiku untuk mengurus keperluannya. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Kisah ini terjadi saat aku masih duduk dibangku kuliah. Aku saat itu sangat pemalu dan tdk banyak teman wanita. Pada waktu ujian tengah semester, aku dipanggil ke rumah dosen wanita yg masih muda, sekitar 27 tahun. Diminta ke rumahnya karena aku disuruh utk mengurus keperluan dia, karena dia akan ke luar kota. Malam harinya saya pun ke rumahnya sekitar jam 19.30 malam. Saat itu rumahnya hanya ada asisten rumah tangga. Suaminya ketika itu belum pulang dari kantor.

Saat aku membuka pintu rumahnya, aku kaget karena dia memakai baju tidur yg tipis, sehingga terlihat toketnya menyumbul keluar. Saat aku perhatikan, dia ternyata tdk memakai bra. Terlihat saat itu toketnya yg masih keras berdiri, tdk turun. Puting toketnya jg terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B.

Sewaktu aku sedang memperhatikan bu dosen, aku kepergok oleh pembantunya yg ternyata dari tadi memperhatikan diriku. aku jadi gugup, tetapi kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya padaku, dan selanjutnya ia memberikan minuman padaku. Toketnya jadi terlihat (karena pakaiannya agak pendek), dan sama seperti dosenku ukurannya jg besar.

Kemudian bu dosen yg sudah duduk di depanku berkata, (mungkin karena aku melihat belahan toket pembantu itu)
“Kamu pingin “netek” ya sama toket yg kenyal..?”

Aku pun tergagap dan menjawab,
“Eh… enggak kok Bu..!”
Lalu dia bilang,
“Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Ibu jg bersedia netekin kamu.”

Mungkin karena ia ku anggap bercanda, aku bilang saja,
“Oh.., boleh jg tuh Bu..!”

Tanpa diduga, ia pun mengajakku masuk ke ruang kerjanya.

Saat kami masuk, ia berkata,

“Rony, tolong liatin di punggung Ibu ada apanya sih nih..!”

Kemudian aku menurut saja, ku lihat punggungnya. Karena tdk ada apa-apa, aku bilang,
“Nggak ada apa-apa kok Bu..!”

tetapi tanpa disangka, ia malah membuka semua baju tidurnya, dgn tetap membelakangiku. Ku lihat punggungnya yg begitu putih dan mulus. Kemudian ia menarik tanganku ke toketnya, wow sungguh kenyal dan besar. Kemudian aku merayap ke putingnya, dan benar perkiraanku, putingnya besar dan masih keras.

Kemudian dia membalikkan tubuhnya, ia tersenyum sambil membuka cdnya. Terlihat di sekitar meqinya banyak ditumbuhi bulu yg lebat.

Kemudian aku berkata,
“Kenapa Ibu membuka baju..?”


Ia malah berkata,
“Sdh..,santai saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.”

Karena aku ingin juga merasakan tubuhnya, aku pun tanpa basa-basi terus mencumbu toketnya. Ku hisap hingga ia menggeliat keenakan. Kemudian ia membuka pakaianku, ia pun terkejut saat ia melihat k0ntolku.

“Wow, sangat besar dan panjang..!

Dosenku pun sdh mulai terlihat aktif, ia menjilat dan mengulum penisku hingga biji kemaluan.

“Oh.. ahh Bu… nikmat sekali, terus Bu, aku belum pernah dihisap seperti ini..!” desahku.

Karena dipuji,dia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Akupun terus meremas-remas toketnya, nikmat sekali kata dosenku. Kemudian ia mengajakku utk berubah posisi ke posisi 69.

Akupun terus menjilati meqinya dan terus memasukkan jariku.
“Oh.. Rony, aku sdh nggak kuat ..! Cepat masukkan k0ntolmu..!” katanya.
“Baik Bu..!” jawabku sambil mencoba memasukkan k0ntolku ke meqinya.
“Oh.., ternyata masih sempit jg ya Bu..! Jarang dientot ya Bu..?” tanya saya.
“Iya Rony, suami Ibu jarang bercinta dgn Ibu, karena itu Ibu belum punya momongan, ia pun jg sebentar mainannya.” jawabnya.
Kemudian dia terus menggeliat saat dimasukkannya k0ntolku sambil berkata, “Ahh… ohhh… besar sekali k0ntolmu, tdk masuk ke meqiku”

“Achh nggak kok Bu biasa aja..” jawabku sambil terus berusaha memasukkan k0ntolku.
Kemudian, utk melonggarkan lubang meqinya, aku pun memutar-mutar k0ntolku dan jg mengocok-ngocoknya dgn harapan membuka meqinya. Dan betul, meqinya mulai membuka dan k0ntol kejantananku sdh masuk setengahnya.

“Ahhh… ohhh… Terus Rony, masukkan terus, jangan berhenti..!” katanya memohon.
Setelah memutar dan mengocok k0ntolku, akhirnya masuk jg ke meqinya.
“Aahh pssfff… oha hhah.. ah…” desahnya yg diikuti dgn teriakannya,
“Oh my good..! Ahhh..!”
Aku pun mulai mengocok k0ntolku keluar masuk. Tdk sampai semenit kemudian, dosenku sdh orgasme.
“Oh Rony, Ibu keluar…” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.
Cairan itu jg memudahkanku utk terus menggenjot k0ntolku. Karena cairan yg dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi,
“Crep.. crep.. sleppp.. slepp..” sangat keras.


Karena aku melakukannya sambil menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya. Saat itu aku sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas toketnye sendiri (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami). Oh, betapa bahagianya aku sambil terus mengocok k0ntolku maju mundur di meqiku dosenku. Aku juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yg sedang masturbasi sendiri, dan baru kali ini aku melihat wanita masturbasi.

Setelah lima belas menit bermain dgn posisi aku berada di atasnya, kemudian aku menyuruh dosenku pindah ke atas ku sekarang. Ia pun terlihat agresif dgn posisi seperti itu.

“Ciiiha.. ha.. ha…” ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas tubuhku.

Lima belas menit kemudian dia ternyata orgasme utk yg kedua kalinya.

“Oh, cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme.” batinku.

Kemudian setelah orgasmenya yg kedua, kami berganti posisi kembali. Dia di atas meja, sedangkan aku berdiri di depannya. Aku terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.

“ahh.. oh.. Rony, pelan-pelan..!” katanya.

Kelihatannya dia memang belum pernah dimasukan batang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian dia ternyata mengalami orgasme utk yg ketiga kalinya.

“Oh Rony, aku keluar, Oh… ah… ahhh… nikmat..!” desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yg banyak itu.
Setelah itu ia mengajakku ke kamar mandinya. Dia berharap agar di bath-tub aku bisa orgasme, karena dia kelihatannya tak sanggup lagi membalas permainan yg ku berikan. Di bath-tub yg diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi utk mengusap-usap badan kami. Karena dosenku sangat senang diusap toketnya, dia terlihat terus-terusan bergelinjang. Dia membalasnya dgn meremas-remas buah zakarku menggunakan sabun.

Setelah lima belas menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yg keempat bagi dosenku dan yg pertama bagiku.

“Oh Rony, aku mau keluar lagi..!” katanya.

Setelah terasa penuh di ujung kepala k0ntolku, kemudian aku keluarkan k0ntolku dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas toketnya sambil mengusap-usap lembut.

“Oh Rony, kamu sungguh kuat dan pasangan bercinta yg dahsyat, kamu tdk cepat orgasme, sehingga aku dapat orgasme berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Rony. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tdk sama sekali.” ujar dosenku itu.

Kemudian karena kekelalahan, dia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan aku keluar ruang kerjanya masih dlm keadaan telanjang mencoba mengambil pakaianku yg berserakan di sana.

Di luar ruang kerjanya, aku lihat pembantu dosenku tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sambil memasukkan jari-jarinya ke dlm meqinya. Karena melihat tubuh pembantu itu yg jg montok dan putih bersih, aku mulai membayangkan bila aku dapat bersetubuh denganya. Yg menarik dari tubuhnya adalah karena toketnya yg besar, sekitar 36D. Akhirnya aku berpikir, biarlah aku main lagi di ronde kedua bersama pembantunya. Pembantu itu pun jg tampaknya bergairah setelah melihat permainanku dgn majikannya.

Aku langsung menindih tubuhnya yg montok itu dgn sangat bernafsu. Aku mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya. Aku mencium dan menjilat seluruh toketnya dan turun hingga ke bibir meqinya yg ditumbuhi hutan lebat itu. Tdk berapa lama kemudian, kami pun sdh mulai saling memasukkan alat kelamin kami.

Kami bermain sekitar setengah jam, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti saat kami sdh 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing. Oh, ternyata aku sdh bermain seks dgn dua wanita bernafsu ini selama satu setengah jam. Aku pun akhirnya pulang dgn rasa lelah yg luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya aku merasakan bercinta dgn wanita.


Saat ini aku pun sedang mencoba bermain seks lewat chatting dgn orang bule di internet. Tetapi aku ingin merasakan bermain seks cewek igo.

Rabu, 11 Oktober 2017

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Pembantu Yang Mengintipku Mandi

Oktober 11, 2017 0
Cerita Dewasa

Cerita Dewasa Bercinta Dengan Pembantu Yang Mengintipku Mandi – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan Cerita Sex Terbaru ketika diriku bercinta dengan pembantu nakalku yang sudah horny usai mengintipku diriku mandi. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Sepeninggal Lastri, kami mendapat seorang pembantu baru dari sebuah yayasan penyalur tenaga kerja yaitu seorang wanita berumur 23 tahun bernama Atun. Atun berambut lurus sebahu, berperawakan sedang , berkulit sawo matang dengan wajah yang manis, tinggi sekitar 160 cm , badan ramping dengan berat badan sekitar 50 kg, dengan tetek yang besarnya sedang saja. Yang agak istimewa dari penampilan Atun adalah matanya yang bagus dengan lirikan-lirikan yang kelihatannya sedikit seperti pembantu nakal.

Hari pertama kedatangannya , saat memperkenalkan diri , ia tampak tidak banyak bicara, hanya saya melihat bahwa matanya sering melirik dan memperhatikan celana saya terutama pada bagian kemaluan. Saya berpikir, ” akh, pembantu nakal nih… “. Ternyata Atun ini baru menikah dua bulan lalu dan karena desakan kebutuhan ekonomi saat ini sedang terpisah dari sang suami yang bekerja menjadi TKI di Timur Tengah.

Setelah beberapa hari bekerja pada kami, ternyata Atun cukup rajin dan dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Memasuki minggu kedua, saya mendapat gilirin kerja shift dari kantor, yaitu shift ke 2, sehingga saya harus mulai bekerja mulai dari jam 15:00 sampai dengan jam 23:00.

Jadi bila pulang telah larut malam, biasanya isteri saya sudah tidur dan bila ia tidur, ia mempunyai kebiasaan tidur yang sangat lelap dan sangat susah sekali untuk dibangunkan ; dan bila saya terbangun pada pagi hari, isteri sudah berangkat kerja, sehingga biasanya kami hanya berhubungan melalui telephone saja atau ia menuliskan pesan dan menempelkannya di kulkas.

Suatu malam sepulang kerja, Atun seperti biasa membuka pintu dan setelah itu ia biasanya menyiapkan air panas untuk saya mandi. Sedang saya asyik mandi dan menggosok-gosok tubuh saya, saya mendengar suatu bunyi halus dibalik pintu kamar mandi, sambil berpura-pura tidak tahu saya tiba-tiba menunduk dan mencoba melihat dari celah yang ada dibawah pintu tersebut.

” hah….” , saya kaget juga, karena disitu terlihat sepasang kaki yang dalam posisi sedang men-jinjit menempel dipintu kamar mandi. Wah, ternyata saya sedang diintip , oleh siapa lagi kalau bukan Atun. Saya tetap pura-pura tidak tahu saja dan mulai memasang aksi ; saya mulai menggosok-gosokan sabun kebagian saya, meremas-remas sehingga saya pun mulai bangun dan menjadi keras, sambil terus meng-kocok-kocok saya, saya juga berusaha untuk berkonsentrasi mendengar suara dibelakang pintu itu. Dari situ terdengar desahan halus yang sedikit lebih keras dari tarikan nafas.

“Naah…lo….rasain ” , kata saya dalam hati. Selesai mandi, saya langsung saja keluar dengan memakai handuk yang dililitkan kebadan bagian bawah saya, saya masih dalam posisi menegang keras, jadi terlihat menonjol dari balik handuk. Saya tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa dan berjalan kearah belakang untuk menaruh pakaian kotor.

“pep…..pak….. bapak mau emm.. makan”, sapa Atun ,

“oh… enggak Tun, sudah makan… tolong bikinkan kopi saja”, jawab saya sambil saya perhatikan wajahnya. Ternyata wajah Atun terlihat pucat dengan tangan yang agak gemetaran.

“eeh…kamu kenapa Tun,…..sakit yaa ?”, tanya saya
“ah , tidak pak….. saya cuma sedikit pusing aja”, jawab Atun
“Iyaa…Tun….saya juga sedikit pusing… apa kamu bisa mijitin kepala saya”

“beb…bis…bisa pak”, jawab Atun tergagap, sembari matanya terus menerus melirik kearah saya yang menyembul. Sayapun masuk kekamar dan mengganti handuk dengan sarung tanpa memakai celana dalam lagi, dan tidak lupa memeriksa isteri saya; setelah saya perhatikan ternyata isteri saya tetap tertidur dengan pulas sekali. Sayapun duduk disofa didepan televisi sambil menunggu Atun membawa kopi, yang kemudian ditaruhnya dimeja didepan saya.

“Tun….tolong nyalakan tv-nya”

Atun berjalan kearah televisi untuk menyalakan , saat televisi telah menyala saya bisa melihat bayangan tubuh Atun dari balik dasternya. “wah….boleh juga”, terasa denyutan di saya, nafsu saya mulai memuncak.


“Tun…. tolong kecilkan sedikit suaranya”, kata saya, Saat ia mengecilkan suara televisi itu, Atun sedikit membungkuk untuk menjangkau tombol tv tersebut, langsung tubuhnya terbayang dengan jelas sekali , Atun ternyata tidak memakai BH dan puting teteknya terbayang menonjol bagaikan tombol yang minta diputar.

“lagi sedikit Tun….” kata saya mencari alasan untuk dapat melihat lebih jelas. Aduh , denyutan di saya pun makin keras saja.

“Ayo ..Tun..pijitin kepala saya” kata saya sambil bersandar pada sofa. Dengan agak ragu, Atun mulai memegang kepala saya dan mulai memijat-mijat kepala saya dengan lembut.

“nah..gitu….baru enak, kata saya lagi, “tapi film-nya kok jelek banget yaa…”
“iya..pak…film-nya film tua..” katanya.

“kamu mau lihat film baru”, kata saya sambil langsung berdiri dan menuju kearah lemari televisi untuk mengambil sebuah laser disk dan langsung saja memasangnya, film itu dibintangi oleh artis bf, sebuah film jenis hardcore yang sungguh hot. Atun si pembantu nakal kembali memijat kepala saya sambil menanti adegan film tersebut.

Saat adegan pertama dimana aktornya mulai melakukan french kiss dan meraba lawan mainnya , tangan Atun mengejang dikepala saya, terdengar ia menarik nafas panjang dan pijatan tangannya bertambah keras. Saya mengangkat kepala dan melihat keatas kearah Atun; terlihat matanya terpaku pada adegan di layar, biji matanya kelihatan seperti tertutup kabut tipis, ia benar-benar berkonsentrasi melihat adegan demi adegan yang diperankan oleh aktor tersebut.

Sekitar seperempat jam kemudian, terasa pijatan dikepala saya berkurang, karena hanya satu tangannya saja yang dipakai untuk memijat sedangkan setelah saya tengok kebelakang ternyata tangannya yang satu lagi terjepit diantara selangkangannya dengan gerakan menggosok-gosok. Desahan nafasnya menjadi keras buru memburu. Atun si pembantu nakal terlihat bagai orang sedang mengalami trance dan tidak sadar akan perbuatannya.

Saya langsung saja berdiri dan menuju kebelakangnya; sarung saya jatuhkan kelantai dan dalam keadaan telanjang saya tekan saya ke arah belahan pantatnya sedangkan mulut saya mulai menjalar ke leher Atun, menjilat-jilat sambil menggigit pelahan-lahan.


Kedua tangan saya bergerak kearah teteknya yang menantang dan meremas-remas sambil sesekali memuntir-muntir putingnya yang cukup panjang. Atun tetap seperti orang yang tidak sadar, matanya hanya terpaku kelayar kaca melihat bagaimana sang aktor menjepit pinggang lawan mainnya sambil mengayunkan pinggulnya ke kanan kekiri. Dengan cepat saya membuka dasternya sampai terlepas;

Atun si pembantu nakal diam saja juga saat saya memelorotkan celana dalamnya. Sambil tetap memeluknya dari belakang, saya menggeser kakinya agar selangkangannya lebih terbuka sehingga saya bisa mengarahkan saya ke lubang memeknya. Saat kepala saya mulai memasuki memeknya yang sudah basah, Atun sedikit tersentak, tapi saya terus menyodok kedalam sehingga saya terbenam seluruhnya.

“aaaaaaaakh…..pak” , desah Atun lirih, “ennnaaaak….paaaaak”

Saya tetap menekan dan kemudian mulai menarik saya. Waah…. memek Atun bagaikan menjepit saya dan seperti tidak mau melepaskan saya. Memek Atun ternyata sempit sekali dan saya terasa bagaikan dihisap-hisap dan diremas-remas dengan denyutan-denyutan yang sungguh nikmat sekali.

Saya menarik dan menekan dengan kuat secara berulang-ulang sehingga biji saya terdengar beradu dengan pantat Atun yang mulus, plak….plak….plak….. saya tetap memeluknya dari belakang dengan tangan kiri yang tetap berada di tetek sedangkan jari tangan kanan saya berada di dalam mulut Atun.

Mulut Atun si pembantu nakal menghisap-hisap jari saya bagaikan anak bayi yang telah kelaparan mendapatkan susu ibunya , matanya terpejam bagai orang sedang bermimpi. Badannya separuh , dari pinggang keatas condong kedepan, membungkuk pada sandaran sofa, sedangkan pinggangnya berusaha untuk mengimbangi gerakan maju mundur yang saya lakukan.

Bila saya menekan saya untuk membenamkannya lebih dalam kelubang memeknya, Atun segera mendorong pantatnya kebelakang untuk menyambut gerakan saya dan kemudian secara cepat mengayunkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan bergantian. Aah ….. Atun, ternyata luar biasa enaknya memek kamu.

Saya benar-benar menikmati tubuh dan memek Atun. Kami melakukan gerakan-gerakan seperti ini selama beberapa waktu, sampai suatu saat badan Atun mengejang , kedua kaki nya juga mengejang serta terangkat kebelakang . Memeknya meremas dan menghisap-hisap saya dengan keras dan berusaha untuk menelan saya seluruhnya.

“aaaaaaaaaaaaahhhhh …..” desah Atun panjang Akhirnya saya juga tidak tahan lagi, saya peluk badannya dan saya tekan saya kuat-kuat kedalam memek Atun. Saya pun melepaskan cairan mani saya kedalam lubang memek Atun yang begitu hangat dan menghisap.

“hhhhheeeeeeeeeh” creeet…….creettt…..creet tttt Kami berdua langsung lunglai dan tertekuk kearah sandaran sofa dengan posisi saya masih ada di dalam jepitan memek Atun. Setelah kami recover, saya buru-buru memungut sarung, mematikan televisi dan berdua berjalan kearah belakang ; Atun langsung berbelok kekamarnya, tapi sebelumnya ia berkata halus, ” terima kasih yaa… pak” dan sambil tersenyum nakal ia meremas saya.

Saya langsung mandi lagi untuk membersihkan keringat yang mengalir begitu banyak, setelah itu ke kekamar berbaring sambil memeluk isteri saya dan tertidur lelap dengan puas. Dipagi hari saya tersentak bangun karena merasakan sepasang tangan yang mengelus-elus saya, secara refleks saya melihat jam dinding dan melihat jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi.

” looo ..” , pikir saya ” kok isteri saya tidak bekerja hari ini”
Langsung saya mengangkat kepala melihat kebawah; lho…. ternyata bukan isteri saya yang sedang mengelus-elus saya tetapi Atun yang sedang menunduk untuk mencium saya, yang sudah keras dan tegang.

“Tun….. ayo naik kesini”, kata saya kepadanya, sambil bangun terduduk saya menarik badannya dan mulai membuka dasternya, ternyata Atun si pembantu nakal sudah tidak memakai apa-apa dibalik dasternya. Langsung saya balikkan badannya dan mulai mencium memeknya yang wangi, sedangkan Atun langsung juga mengulum saya dimulutnya yang kecil; waah Atun langsung cepat belajar dari tontonan film tadi malam rupanya.

Saya mulai menjilat-jilat memeknya dan sesekali mengulum serta mempermainkan klentitnya dengan lidah saya, Atun tergelinjang dengan keras dan terdengar desahannya, “hheeeh….heeeehhh” Dari lubang memeknya mengalir cairan hangat dan langsung saja saya jilat ….. mmmh…enaknya… Setelah itu saya tarik Atun untuk jongkok di atas badan saya, sedangkan saya tetap terlentang dan Atun mulai menurunkan badannya dengan lubang memeknya yang sempit itu tepat kearah batang saya yang sudah sangat tegang sekali.

“hhhheeehhhh”….cleeeep, batang saya masuk langsung kedalam lubang memeknya dan terbenam sampai keujung biji saya, “oooohh enak bener Tun….memek kamu” kata saya, Atun sudah tidak menjawab lagi, dia menaikkan pantatnya dan kemudian dengan cepat menurunkannya dan memutar-mutar pinggulnya dengan cepat sekali berkali-kali,

sambil terpejam dia mendesah-desah panjang terus menerus karena keenakkan….. Batang saya terasa mau putus karena enaknya memek Atun, benar-benar nikmat sekali permainan dipagi hari ini; Sesekali saya duduk untuk memeluknya dan terus meremas-remas teteknya yang keras.

“ooooh …. Atun….ennaaaak” Atun kemudian berhenti sebentar dan memutarkan badannya sehingga pantatnya menghadap wajah saya, sambil terus menaik-turunkan pantatnya, memeknya tetap menjepit batang saya dengan jepitan yang keras dan berdenyut-denyut…..

Akh , akhirnya saya tidak tahan lagi, sambil memeluk pinggangnya saya berusaha menekan batang saya sedalam-dalamnya dilubang memek Atun , badan Atun pun mengejang dan bersama-sama kita mencapai orgasme. Pagi hari itu saya dan Atun si pembantu nakal bermain sampai jam 13:00 siang, berkali-kali dan berbagai-bagai gaya dengan tidak bosan-bosannya.


Sejak pagi itu, saya selalu dibangunkan oleh isapan lembut dari mulut mungil Atun si pembantu nakal, kecuali bila hari libur dimana isteri saya berada di rumah.