Selamat Datang Di Website Kita. Untuk Menonton Video Dengan Lancar Silahkan Melakukan Intalasi VPN

Klik Disini Untuk Instalasi Add On Google Chrome DISINI

Klik Disini Untuk Instalasi Add On Mozila Firefox DISINI

Setelah Melakukan Instalasi Aktifkan VPN Kalian Dan Refresh Browser, Selanjutnya Tinggal Crottzzz... ^_^
www.sydewa.com www.diapoker.net www.movieonline21.id
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Dewasa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Januari 2018

Cerita Dewasa Kuperkosa Pembantu Pacarku Yang Semok Saat Sepi (2018)

Januari 21, 2018 0
Cerita Dewasa Kuperkosa Pembantu Pacarku Yang Semok Saat Sepi (2018)


Cerita Dewasa Kuperkosa Pembantu Pacarku Yang Semok Saat Sepi – Kali ini Siangmalam228 akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku memperkosa pembantu pecarku yang super seksi saat rumahnya sedang sepi. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.
Pertama kenalkan nama saya Sebastian (nama samaran), saya bekerja di salah satu perusahaan swasta di ibukota Jawa Tengah. Usia saya 27 tahun dan belum menikah. saya tertarik untuk membagi pengalaman saya dengan pembaca yang lain.

Tentang wanita yang saya sukai, saya lebih menyukai orang Indonesia asli dan bahkan saya sering mengamati pembantu – pembantu yang ada di sekitar rumah saya tinggal dan juga wanita-wanita yang usianya lebih tua dari saya.

Kisah ini berawal sebulan yang lalu tahun 2016, saat itu saya bermaksud menjemput pacar saya di rumahnya, namun sesampainya di rumahnya ternyata kosong, hanya ada pembantu bernama S yang ada di rumah. S yang berusia jauh lebih tua dari saya ini bertubuh kecil, hitam, berparas cantik dan mempunyai bentuk payudara yang menarik (walaupun kecil tapi bentuknya tegak ke depan).

Saat itu saya menunggu pacar saya pulang dari kerjanya, kemudian S minta tolong saya untuk mengangkat meja ke ruangan sebelahnya bersama dengannya.

Untuk mengangkat tentunya kami harus membungkuk, dan pada saat itu S yang menggunakan pakaian batik membungkuk untuk mengangkat meja tersebut di hadapan saya.

Saat itulah saya menyaksikan dua bukit kembar yang bergantungan di dalam BH berwarna hitam. Secara refleks, ‘adik’ saya langsung bangkit dan saya terus memperhatikan pemandangan tersebut sampai akhirnya S menyadari bahwa saya sedang memandangi payudaranya.

Secara refleks S langsung menutup pakaiannya itu dan tersipu malu. Saya bersikap pura- pura tidak mengetahui kejadian tersebut.

Itulah awal dari cerita ini. Sejak saat itu apabila ada kesempatan S memperlihatkan payudaranya di depan saya, entah waktu dia sedang mengepel lantai atau sedang membungkuk selalu dengan secara sengaja dia memperlihatkannya di depan mata saya.

Dalam pikiran saya sudah berkecamuk pikiran untuk dapat meremas payudara tersebut, namun kemudian rasa khawatir muncul lagi karena dia adalah pembantu yang bekerja di tempat pacar saya, bagaimana nanti kalau sampai ketahuan?

Persisnya, bulan April saya ke rumah pacar saya lagi untuk mengambil barang yang tertinggal di sana (pada waktu itu pacar saya dan keluarganya sedang ke kota S untuk acara pernikahan keluarga).

Otomatis pada saat itu di rumah pacar saya hanya ada S seorang diri, saya pun segera masuk ke ruangan di mana saya meninggalkan barang saya.

Kemudian saya bermaksud untuk segera pulang dan memanggil S untuk membukakan pintu bagi saya. Namun setelah saya panggil berulang kali tidak ada jawaban, saya beranikan diri untuk menuju kamarnya untuk memanggil dia.

Pada saat saya sudah berada di depan kamar dan berusaha mengintip ke dalam kamar, saya melihat dia sedang melepaskan baju atas yang dipakainya sehingga hanya memakai BH warna hitam dan rok warna coklat.

S agak terkejut melihat saya sudah berada di depan kamarnya dan langsung berusaha untuk menutupi bagian depan dari tubuhnya. Saya yang sudah terlanjur di depan kamar pun tidak kalah kagetnya melihat S dengan pakaian yang minim. Kami saling berpandangan dan tanpa dapat berkata apa-apa satu sama lain.

Akhirnya saya beranikan untuk maju dan mencoba untuk menyentuh payudaranya, ternyata S hanya diam saja, sehingga akhirnya saya peluk dia dari belakang (bau tubuhnya sangat wangi karena kelihatannya S habis mandi dan keramas).

Kedua tangan saya secara otomatis terarah ke payudaranya yang masih tertutup BH hitam, saya coba mengelusnya dan saya berusaha memasukkan tangan saya ke dalam. Ternyata sesuai dugaan saya, putingnya sudah mengeras dan memanjang. Saat saya pilin, S mengeluarkan suara,

“Ah.. ah.. ahh…” sehingga menimbulkan rangsangan yang hebat bagi saya.

Saya terus memilin putingnya sambil menciumi tengkuknya dari belakang. Adegan tersebut berlangsung selama kurang lebih 5 menit, kemudian S melepaskan tangan saya dari payudaranya dan berbalik menghadap saya, kaos yang saya pakai mula- mula dilepaskannya, kemudian menyusul celana pendek yang saya pakai sehingga sekarang saya tinggal menggunakan celana dalam saja dengan gundukan di tengah yang cukup besar.

Gundukan tersebut dielus dengan gerakan tangan yang sangat merangsang sehingga rasanya penis saya sudah berdenyut-denyut. Kemudian setelah puas dengan elusannya, S melepaskan celana dalam saya dan berkata,

“Untuk ukuranmu kontolmu cukup gede juga ya..” sehingga tampaklah penis saya yang sudah tegang.

Dengan posisi berjongkok, S terus mengocok penis saya dan kemudian memasukkan penis saya ke dalam mulutnya. Perasaan saya semakin berdebar- debar, apalagi ditambah dengan kenikmatan kuluman penis saya di mulut S. S masih terus mengulum penis saya dan kadang ditambah dengan meremas payudaranya sendiri.

Setelah kurang lebih 10 menit, saya angkat dia sehingga sekarang dalam posisi berdiri. Saya tidurkan dia di ranjang dan saya mulai menciumi dia di wajahnya, kemudian dilanjutkan dengan berpagutan, lidah kami saling memasuki mulut masing-masing, sehingga menambah gairah kami.

Kemudian ciuman mulai saya turunkan ke arah leher dan payudara. Melihat puting yang tegak menghadap ke atas itu saya menjadi gemas dan segera saya kulum dan saya gigit dengan pelan, S kelihatan sangat terangsang, terlihat dari gerakan-gerakan dia yang mulai tidak teratur dan napasnya yang tersengal- sengal.

Putingnya masih saya gigit sampai 5 menit kemudian, dan tangan kanan saya mulai menuju ke bagian bawah. Rok yang masih digunakan saya minta untuk dilepas sehingga sekarang tampaklah celana dalam warna hitam dengan bentuk yang sangat kecil, sehingga menambah rangsangan bagi saya.

Tangan kiri saya masih sibuk memilin putingnya, sedangkan tangan kanan saya mulai bergerilya ke bagian dalam celana dalamnya. Begitu memasuki celana dalamnya, terasa ada rambut- rambut keriting yang sudah sedikit basah, saya coba gosok- gosok terus bagian tersebut sambil saya pilin putingnya.

S terus mendesah, “Ah… shh… shhh… enak sekali Mas..! Yang lebih cepat..!”

Saya tingkatkan gosokan tangan kanan saya di vaginanya. Dan setelah beberapa saat saya berhenti, S yang kelihatannya hampir orgasme melihat saya dengan wajah kecewa. Tapi kemudian saya segera mengangsurkan mulut saya ke vaginanya setelah sebelumnya celana dalamnya saya copot.

Tampaklah bagian V yang sangat indah, bulu-bulu kecil keriting dipotong dengan rapih mengikuti jalur V- nya.

Saya segera menciumi bagian tersebut(sebelumnya saya merasa jijik untuk mencium vagina cewek) dan saya menuju ke daerah klitorisnya, saya temukan klitorisnya dan saya jilati dengan lidah saya dengan cepat. S semakin tidak karuan. Menggelinjang ke sana kemari dan mengeluarkan suara- suara yang semakin keras.

“Lebih cepat Mas, lebih cepat..! Ah.. shh.. saya ndak tahan udah mau keluar..!”

Mendengat itu saya semakin bersemangat untuk menjilati klitorisnya sambil kadang meremas payudaranya. Tidak lama kemudian akhirnya menyemprotlah cairan kenikmatan dari lubang vaginanya dan S kelihatan sangat puas sekali.

Setelah itu S duduk dan saya diminta untuk tiduran di ranjangnya, dengan sangat seksi dia mulai menciumi dada saya, perut saya dan akhirnya sampai jugalah ke penis saya yang sudah ereksi sedemikian hebat. S mulai mengulum lagi penis saya, mula-mula dengan pelan namun lama kelamaan semakin bertambah cepat sehingga saya merasakan akan ada sesuatu yang muncrat dari penis saya.

“S saya mau keluar nih..! Ah..!”

S kemudian mengeluarkan penis saya dari dalam mulutnya dan mengepitkan penis saya di antara kedua dadanya. Dengan gerakan naik turun S mengocok penis saya dengan kedua payudaranya. Akhirnya pertahanan saya jebol juga.

“S.., saya keluar, ah..!”

Rasanya seperti terbang ke awang- awang, nikmatnya penis saya dipegang oleh cewek (biasanya saya hanya melakukan onani sambil melihat gambar atau film BF). Setelah itu kami berbaring di ranjang karena kelelahan.

S bercerita ke saya bahwa dia sudah lama ingin melakukan hubungan seks dengan saya, apalagi setelah dia bercerai dengan suaminya. Sambil bercerita, tangan S mulai meraba penis saya lagi sehingga mau tidak mau penis saya kembali tegak menantang.

Melihat itu S berkata, “Saya masukkan ke memekku ya Mas..? Mas mau di bawah atau di atas?” Saya jawab saya di bawah saja, jadi dapat melihat dan meremas payudaranya.
S berkata, “Mas kok nakal sih..? Ntar kan sakit..!”

Kemudian S mulai bangkit dan pelan- pelan ke atas saya dan memasukkan penis saya ke dalam lubang vaginanya. Mulanya terasa seret sekali, namun akhirnya dapat juga penis saya (ukuran nya tidak terlalu panjang mungkin sekitar 14 cm saja) memasuki liang senggamanya. S mulai menggoyang pinggulnya di atas saya dan saya mulai merasakan kenikmatan itu.

Saya sudah membayangkan kenikmatannya waktu melihat film BF, namun saya tidak berani mempraktekkannya. Goyangan pinggul S membuat payudaranya tergoncang-goncang ke kiri dan ke kanan. Saya yang berada di bawahnya sangat terangsang melihat hal itu, tangan saya mulai meremasnya.

“S susumu kok bagus banget toh, belum pentilnya yang gede banget (waktu itu putingnya sudah dalam ukuran maksimal dan warnanya merah sekali, mungkin karena saya gigit tadi)”

Semakin lama goyangan S semakin cepat dan S sudah mendapat orgasmenya yang kedua. Setelah itu kami berganti posisi, saya duduk di ranjang dan dengan posisi berhadapan saya minta S memasukkan penis saya ke lubang vaginanya.

“S cepet..! Aku udah ndak tahan nih..! Pentilmu gede banget..!” (bagian yang paling menarik saya dari tubuh wanita adalah payudara, terutama putingnya)

Kemudian S menggiring penis saya masuk ke dalam lubang vaginanya, saya mengeluarkan desahan tersebut dan juga S secara bersamaan juga mengeluarkan terus desahan-desahannya.

Goyangan yang kami lakukan semakin bertambah cepat. Sambil saya remas payudaranya, saya mencium mulutnya. Kami terus saling berpagutan sambil menggoyangkan pinggul masing- masing. Setelah 10 menit, saya merasa saya sudah mau sampai lagi.

“S aku udah mau keluar lagi nih..! Dikeluarin di dalam atau di luar..?”
“Di dalam aja, tunggu sebentar ya, aku juga mau keluar nih..! Ah.., sh..!”
“S aku udah ndak tahan nih..!”
“Aku juga Mas, ah..!”




Akhirnya pada saat bersamaan kami mengeluarkan cairan kenikmatan kami bersama-sama di dalam lubang vagina S. Setelah itu S mengeluarkan penis saya dari lubang vaginanya dan membungkuk untuk menjilati penis saya dan membersihkannnya sampai sisa-sisa sperma kami bersih luar biasa sekali nikmatnya dan ini kami lakukan berulang-ulang.

Rabu, 17 Januari 2018

Cerita Dewasa Bercinta Dengan SPG Seksi Saat Sedang Isi Bensin di SPBU (2018)

Januari 17, 2018 0
Cerita Dewasa Bercinta Dengan SPG Seksi Saat Sedang Isi Bensin di SPBU (2018)


Cerita Dewasa Bercinta Dengan SPG Seksi Saat Sedang Isi Bensin di SPBU – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku bercinta dengan SPG Seksi saat sedang mengisi bensin disebuah SPBU. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Nonton Bokep Online


ini bermula ketika aku sedang ingin mengisi Mobilku di salah satu POM Bensin dan melihat sesosok SPG Cantik dengan Body Seksi. Yuk kita lanjut..

Bandar Poker Onlin Indonesia


Panggil saja namaku Rizko, ini nama samaran di cerita,hhe. Statusku sekarang adalah sebagai mahasiswa di salah satu kampus yang letaknya di daerah Jakarta utara. Disini aku akan menceritakan cerita sex pribadiku yang pastinya bakal bikin para pembaca ngecrottt, hhe. Jadi begini awal mulanya, pada suatu ketika suatu hari aku baru pulang dari event yang diadakan oleh pertamina, kalau nggak salah 1 tahun yang lalu, pokoknya pas pertamina lagi promo gitu deh.

Agen Poker Online Indoensia



Pada waktu itu kebetulan sekali aku para spg yang disewa oleh pihak pertamina yang pastinya cantik dan sexy abis pada mangkal tuh di pom kuningan. Maka dari itu aku-pun sering sekali membeli bensin di pom daerah kuningan. Nah pada saat itu akupun membeli bensin yang Spgnya cantik dan asik tentunya.

Pada akhirnya pilihanku-pun jatuh kepada SPG yang warna kulitnya putih mulus, gak terlalu tinggi badanya standart, dan rambutnya terkuncir seperti ekor ayam gitulah, hhe. Oh iya saat itu aku membawa mobil, ketika aku sedang mebgisi bensin spg itu menyapa aku,
Mas, noleh mengganggu waktunya sebentar, kalau boleh saya mau ganggu sebentar ? , ” sapanya.

“ Apa Mbak, mau ganggu sebentar, hemmm… lama juga boleh kog Mbak,hhe… , ” ucapku.

Mendengar jawabanku itu Spg itu-pun tersenyum manis sekali, bener-bener aduhai banget senyumanya para pembaca,lalu,

“ Hehe, mas bisa aja deh, Oh iya ngomong-ngomong Mas namanya siapa ? , ” ucapnya.

“ Oh nama aku Rizko Mbak, nama mbak sendiri siapa ? , ” tanyaku balik.

“ Oh namaku Melia Mas, saya boleh minta nomer handphone Mas nggak ?, , ” katanya.

Saat itu aku dimintai nomer handphone karena memang seperti biasa kalau promo selalu dimintai biodata kita, entah itu promo rokok, atau produk lainya, lalu,

“ Boleh dong, masak iya nggk boleh dimintain nomer handphone sama Mbak yang cantik ini, hhe, tapi nanti Mbak harustelfon saya ya nanti, hhe… ?, , ” ucapku menggoda.

Pada saat itu Mbak Spg hanya tersenyum saja,

“ Kog Cuma senyum sih Mbak, yaudah deh ini aku kasih nomer handphone aku, tapi ntar jangan lupa telefon aku Mbak yah, , ” ucapku lalu memberikan nomer handphoneku kepada Spg itu.

“ Hhe, makasih ya Mas, , ” ucapnya singkat kemudian berlalu begitu saja.

Biar nggak bertele-tele ceritanya, singkat cerita kini aku-pun telah sampai dirumah. Sesampainya dirumah akupun langsung menuju dikamar dan menononton Tv di kamarku. Ketika aku sedang santai dan menikmati acara TV tidak kusangka ada telefon dari nomer yang tidak terdaftar di montak Hp-ku , karena penasaran aku-pun mengangkat telefon itu, dan ternyata itu adalah telefon dari seorang wanita,

“ Siang Mas, ini benerkan nomer mas Rizko?, , ” ucapnya.

“ Iya bener, ngomong-ngomong ini siapa yah, sori soalnya nomernya nggak ada dicontact hanphone saya, , ” tanyaku.

“ Hemm… yaiyalah Mas pasti nggak tau nomer aku, akuaja baru tau nomer Mas tadi, , ” ucapnya.

“ Wah… emangnya ini siapa sih ?, , ” tanyaku peasaran.

“ Masak lupa sih, ini aku ini aku Melia Yang tadi di pom bensin, , ” ucapnya.

Wow, pucuk dicinta ulam-pun tiba, hha… emang kalau rejeki nggak kemana, lalu,

“ Oh… Melia, yaya aku inget, sori ya aku agak lupa soalnya aku baru nyampe rumah banget nih, , ” kataku.

“ Iya nggak papa kok Rhiz,namanya juga baru kenal, wajar kalau lupa,hhe…, , ” ucapnya.

“ Hhe, oh iya ngomong-ngomong kamu lagi dimana Melia ??? ,, ” tanyaku basa-basi.

“ Aku lagi dikosan aj nih, aku juga barusan pulang kok sama kayak kamu, hhe…, , ” ucapnya.

Pada saat itu kami-pun mengobrol banyak di telefon, dalam obrolan kami dia-pun banyak cerita tentang kehidupanya dan memberitahukan dimana dia tinggal. Dari obrolan kami itu pada akhirnya akupun tahu kalau dia adalaha anka kos yang ngekos di daerah tebet dan statusnya adalah sebagai mahasiswa dikampus daerah taman puring.

Setelah1 jam kami ngobrol, pada sebelum mengakhiri obrolan kami janjian untuk ketemuan tapi belum deal kapan dan dimana kami akan ketemuan. 1 hari kemudian tepatnya pada pukul 1 siang Melia-pun menelefon aku, pada saat itu kebetulan aku sedang di kampus,

“ Kamu lagi dimana nih Rhiz ?, , ” tanyanya.

“ Oh ni aku lagi dikampus Kha, kamu sendiri dimana?, , ” tanyaku balik.

“ Aku lagi prepare buwat berangkat kerja nih Rhiz, biasa sampingan jaga shift di Pom kemarin , , ” jawabnya.

“ Oh gitu ya, emang kamu kerjanya sampai jam berapa Kha?, , ” tanyaku.

“ Sampe jam 9 malem doang kok, , ” ucapnya.

“ Ntar ntar jam 9 aku jemput ya Kha, mau nggak , pokoknya aku jam 9 udah sampai sana, ” ucapku.
“ Boleh juga tuh Rhiz, oke deh aku tunggu nanti, see you Rizko, ” jawabnya.

Lumayan nih ada temen maen, hhe… hari ini aku langsung ke mobil, ngambil stok ganja (andalan aku banget ini kalau lagi mau minta jatah ama selir), terus langsung sibuk ngelinting buat persiapan nanti. Pada akhirnya jam 8 malam aku-pun cabut dari kampus dan sampe spbu jam 9.
Pada saat itu Melia terlihat sudah siap buwat aku angkut tuh, setelaha ku mengahmpirinya dgn mpobilku dia langsung saja dia masuk mobil aku,

“ Hey Rhiz apa kabar ?, ” sapanya.

“ Baik, nggak nyangka yah kamu beneran nelpon aku kemaren, ” kataku.

“ Abis kamu lucu sih. aku suka aja, ” ucapnya.

Hahaha, kena nih cewek, seketika itu Rizko junior aja tegang dan langsung manggut-manggut kesenengan gitu, hha… lalu,

“ Yauda ni kita mau kemana ni ?, ” tanyaku.

“ Ke kosan aku aja deh Rhiz, aku uda cape banget soalnya, ” ucapnya.
Wah mantap nih ucap dalam hatiku,

“ Ok deh, yauda tunjukin jalannya yah, oh iya nih biar ilang rasa capeknya, ” kataku sembari ngasih lintingan bag’s (ganja) ke Melia.

“ Wah, mantep nih Rhiz pas banget, aku demen banget nih ma ginian, masih ada lagi nggak ?, ” ucapnya girang.

“ tenang aja, masih ada ada banyak kok, ntar aku bikinin lagi di kosan ya, ” ucapku.

Pada saat itu Melia nggak jawab, karena udah sibuk sendiri sama bag’s. Setelah beberapa waktu dalam perjalanan pada akhirnya kamipun akan sampai dikosan Melia. Lalu Melia-pun menunjukan kosanya,

“ Rhiz belok kanan ya, nah itu kosan aku yang sebelah kanan pagernya warna kuning, ” ucapnya.

Sesampainya didepan kosnya, pada saat itu kami-pun turun dan masuk ke kosannya. Ternyata kosannya campur gitu ( cowok/cowek). Aku-pun kemudian dibawa langsung masuk ke kamarnya Melia. Kamarnya enak, kasurnya dibawah, ac nya dingin jadi ntar kalau Ml nggak keringetan nih kayaknya, wkwkwk. Kemudian kamipun ngobrol diatas kasur,

“ Oh iya Rhiz, aku ini juga mahasiswi hlo Rhiz di kampus A, ” ucapnya.

“ Oh, masi kuliah ?, ” tanyaku.

“ Iya ni lagi ada kerjaan jadi SPG aja dari agency aku, ”

“ Oh iya Rhiz, bikin lagi dong bags-nya ( ganja ), ” kata Melia minta ganja.

“ Oke deh, yauda aku bikin dulu ya bag’s-nya, ” ucapku lalu bergegas melinting daun kenikmatan.
Saat itu ketika aku lagi asik-asiknya ngelinting, tiba-tiba dia berdiri,

“ Aku ganti baju dulu ya Rhiz, ” kata Melia.

Aku kira dia mau keluar ganti di kamar mandi, eh taunya dia langsung copot kaos didalem kamar. Emang si ngebelakangin aku, tapi kurang ajar juga, nantangin gitu, Mantap juga nih. Bener-bener ni bocah nekat banget. Tanpa banyak kata aku langsung hampiri dia, aku peluk pinggangnya dari belakang sembari aku cium lehernya dari belakang,

“ Eummmm… Sssss.. Aghhhh…. ” desah Melia tanpa perlawanan, hanya menikmati ciumanku di lehernya.

“ nantangin sih kamu Kha, masak iya ganti baju di depanku, ” kataku sambil terus nyiumin lehernya.

Kemudian akun meneruskan aksiku dan tanganku yang udah naik ke dadanya yang saatb itu hanya memakai Bra, karena kaosnya uda dilepas sama dia,

“ Haha, emang aku sengaja, weeekkk… kan biar kamu tergoda, ” ucapnya sambil menunjukan wajah genitnya.

Wah… liat mukanya yang nakal langsung naik drastis titit aku. titit aku jadi naik kena ke pantatnya,

“ hahaha kok uda kenceng banget ?, ” kata Melia sambil muter tubuh-nya dan meluk aku dari depan.
“ hhe, ini tandanya aku udah Horny sayang, ” ucapku.

Sumpah, pada saat itu aku udah horny banget. Saat Melia hanya mencium bibirku dan berkata,

“ Bag’s dulu yuk Rhiz, uda lama banget aku nggak ngebag’s, ” ucapnya.

Pada saat itu terhentilah sementara percumbuan kami, dan kami-pun menuju ke kasur dan ngobrol lagi sambil ngebag’s. Enak banget coy, ngebag’s tapi di depannya ada cewek yang telanjang setengah badan. Ketika lagi asik ngebag’s, tiba-tiba aja dia iseng membuka Bra-nya, Wow.. nice banget toket-nya, nggak terlalu kenceng dan ga terlalu turun cocok lah sama selera aku, lalu,

“ kamu ngeliatin apa Rhiz ?, ” ucapnya.

“ Nggak kok, aku Cuma lagi ngerencanain gerakan-gerakan pas nanti aku ngisep toket kamu,hha…, ” ucapku,

“ Hahaha Gila kamu Rhiz…, ” kata Melia.

“ Buka celananya dong, ga afdol kalau atasnya doang, ” kataku sambil nyengir.

Melia langsung berdiri dan ngebelakangin aku. ngelepas celana jeansnya dgn sensual sangat! pelan-pelan buka jeansnya, sambil mukanya ngeliat aku dgn muka menggoda. Beuh… mana pake g-string lagi, gila baru kali itu aku ngebag’s sambil di kasi private striptease, mantap nggak tuh. Setelah jeansnya lepas, Melia duduk dan ngangkang.

Sekarang dia ngelepas g-stringnya di depan mata aku dan di depan Rizko Junior. So wow… memek-nya ga ada bulu sama sekali, udah gitu memek-nya tembem menantang coy. Melia yang uda telanjang merangkak mendekati aku dan berbisik,

“ Aku pengen di enakin samau kamu Rhiz please !!!, ” ucapnya penuh birahi.

Shit man… Rizko Junior langsung berdiri tegak menantang. Tanpa banyak kata aku lepas kaos aku sambil celana aku dipelorotin sama dia, untung aku cuma pake celana pendek,

“ Aku mau isep kontol kamu yaaaa…, ” ucapnya.

Pada saat itu Penis-kupun langsung disepong dgn cara yang sensual, dijilat dari pangkal batang sampe ujung kepala kontolku,

“ Eummhh… enak Kha, emut terus sayang, Aghhhh…, ” desahku.

Pada saat itu kontol aku langsung ditelen abis sama mulutnya, dan lanjut dikocokin sama mulutnya sambil tangannya meraba-raba buah zakarku,

“ Oughh… Sssshhhh…. Teruss sayang, ” ucap nikmatku,

Saat itu aku pun hanya terlentang sambil menikmati nimkatnya kuluman Melia. Lidahnya ngejilatin semua batang kontol aku dan diakhiri dgn jilatan di ujung kepala. Setelah puas dgn kuluman Melia, aku-pun mulai mengangkat tubuh-nya dan dia langsung ngambil posisi duduk diatas paha aku, lagi-lagi aku cuma pasrah dan membiarkan Melia beraksi. Agen Poker Online

Mulailah kini kontol-ku dipegang dan digesek-gesekkan ke memek-nya yang sudah becek itu, kemudian dgn perlahan Melia mulai memasukan kontolku kedalam memeknya,

“ Oughhhhhh… Ssssssshhh….,” desahnya.

Saat kontolku mulai masuk kedalam memek-nya, aku melihat mata Melia berkaca-kaca menahan sakit. Walaaupun Melia sudah tidak perawan lagi namun memek-nya masih sempit, kontol-ku saat itu terasa seperti terjepit namun nikmat. Setelah kontol aku di dalem memek-nya, dia mulai terbiasa dan mulai mengoyankan tubuh-nya naik turun,

“ Oughhh… Sssshhh… enak kontol kamu Rhiz, Aghhh…, ” desah nikmatmya mulai terdengar.

Yang ini belum seberapa, Melia belom tau kalau aku punya jurus lidah setan kober,hha. Sambil Melia masih goyang naik turun, aku jilatin puting kanan sambil aku mainin yang kiri, aku plintir dan aku isep putting-nya sampe dia berkata,

“ Oughhh…. Geli Rhiz.. Ssssss… Aghhhhh…, ” desahnya.

Lalu tidak lama kemudian dia,

“ Aghhhhhhhhhhhhh…. Aku keluar sayang… Aghhhhhhhh…. , ” desahnya.

Setelah dia ngomong gitu, kontol aku serasa dipencet sama memek-nya dan kepala kontol aku serasa tersiram air hangat didalam memek Melia. Enak banget kontol aku dipress sama memek-nya. Setelah mendapat klimaknya Melia-pun roboh di atas tubuhku. Karean aku taaku kasi Melia napas bentar.
begitu aku rasa napasnya uda teratur, aku posisiin dia ke doggy style.

Raut muka Melia ngeliat ke belakang sambil tangannya yang ngelebarin memek-nya mempersilakan adek aku masuk langsung aku masukin kontol aku sampe mentok, untung aja memek-nya masi becek dan pantatnya Melia yang ga terlalu besar. jadi kontol aku bisa masuk sampe dalem banget.
waktu kontol aku mentok, mulut Melia kebuka lebar nikmatin kontol aku.

Mukanya meringis sakit bercampur nikmat,

“ Oughhhh… panjang banget kontol sayang, masukin lagi kontol kamu lagi sayang yah !!!, ” pintanya.

Tanpa banyak kata aku langsung aku tancap aja dgn rpm tinggi. aku goyang sambil aku pegangin pantatnya yang kecil tapi padet. Melia ga kalah seksinya pasang gaya, sambil nungging, dia mainin klitoris-nya, Cerita Seks dengan SPG POM Bensin

“Ughhh… Ssssss… Aghhh… Enak Rhiz, teruss sayang… Aghhh, ” desahnya.

Desahnya Melia semakin membuat birahiku semakin membara, karena aku sudah tidak tahan dgn desahannya, aku-pun menggenjot terus memek-nya sambil aku cium leher belakangnya dan tangan aku yang meremas payudara-nya,

“ Oughhh.. enak banget Rhiz, genjot terus memek aku Rhiz, Aghhhhhh… ” desahnya makin menggila.

Karena aku rasa aku uda mau keluar, aku buru-buru ganti gaya ke gaya man on top, aku lepas kontol aku dan aku balik tubuh-nya dia. mungkin Melia lagi tinggi banget ya, dia langsung ngangkang dan narik kontol aku buat langsung masuk memek-nya,

“ Cepet masukin lagi sayang, Oughhhh… Ssssshhh…, ” pintanya.

Aku goyang lagi kontol aku maju mundur sambil kita ciuman dgn liar, tidak lama kemudian aku merasa kalau aku uda mau. Begitu aku mau narik kontol aku, Melia melingkarkan kakinya di pantat aku buat nahan kontol aku agar tetep di memek-nya,

“ keluarin di dalem aja Sayang, biar kamunya enak, Oughhh… ” pintanya.

dgn full speed aku goyang lagi kontol-ku asal-asalan biar cepet keluar, dan tidak lama kemudian,

“ Aku mau keluar sayang …. Aghhhhhhh, ” ucapku penuh kenikmatan.

“ Keluarin di dalem sayangg…, ” teriak Melia.

“ Croooottttt… Crottt… Crottt… Crottt…”

Akhirnya air manikupun keluar dgn derasnya membanjiri memek Melia. Setelah puas menyemburkan air mani-ku didalam memek Melia, aku-pun melepas kontolku dan kemudian akupun tiduran di sampingnya. Gila, capek banget, mungkin aja gara-gara ML-nya sambil ngebag’s kali ya,hha.
Pada saat itu karena kami lelah, kami berdua-pun ketiduran dgn posisi masih telanjang bulat sembari berpelukan.

Setelah beberapa saat aku tertidur aku-pun terbangun sekitar jam 3 dini hari, dan aku bergegas memakai pakaianku kembali. Setelah itu aku membangunkan Melia untuk berpamitan pulang karena jam 7 pagi aku harus kuliah,

“ Say, aku aku cabut dulu yah, aku nggak soalnya nanti aku ada ujian jam 7 pagi, ” ucapku.


“ Iya Rizko sayang, yaudah ati-ati yah, besok-besok kabarin lagi yah ?, ”

“ iya sayang bey… emuaachhh…., ” ucapku sembari mencium keningnya.

Setelah kejadian itu aku-pun tidak pernah bertemu Melia lagi, soalnya aku udah kebanyakan stok selir-selir nakal, hhe. So, Melia jadi nggak keurus deh karena kalah saing sama selir-selir nakalku yang lain.

Selasa, 02 Januari 2018

Cerita Dewasa Teh Ana Yang Seksi Buat Keperkasaanku Kembali

Januari 02, 2018 0
Cerita Dewasa Teh Ana Yang Seksi Buat Keperkasaanku Kembali


Cerita Dewasa Teh Ana Yang Seksi Buat Keperkasaanku Kembali – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan Cerita Sex ketika Teh Ana yang montok berhasil membuat keperkasaanku kembali usai sebelumnya diriku sering mengalami ejakulasi dini. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Tidak ada yg kuberi tahu seorang pun, tentang hilangnya keperkasaanku. Dan untuk memastikan kelainanku, seminggu kemudian aqu mengunjungi sebuah lokasi prostitusi yg cukup jauh dari kotaqu. Tepatnya di daerah Cianjur. Aqu ingin lebih meyakinkan lagi keadaanku. Nafsu sexualku tetap menggebu-gebu. Tapi buat apa, jika tidak mampu melaqukaAnnya. Sungguh sangat tidak berarti. Memalukan..

Tanpa banyak basa-basi lagi, kupilih seorang wanita yg sesuai dgn seleraqu. Montok, cantik, putih dan mulus. Tidak kutanya nama dan hal ikhwalnya menjadi seorang WTS. Aqu langsung saja menggumul bodynya. Saling berpagutan bibir, sambil melepaskan pakaian masing-masing. Dorongan birahiku sangat kuat. Dgn penuh nafsu, kubaringkan bodynya. Lalu kutindih bodynya yg sudah telanjang bulat. Kontan saja, kemaluan-ku menyentuh pahanya. Kurasakan lagi desakan kuat dari dalam body, yg menjalar pada penis-ku. Jangankan untuk memasukan pada kemaluan-nya. Baru menyentuhnya juga, aqu tidak tahan menahan kuatnya arus air mani. Sehingga.. cret.. cret.. maniku muncrat pada perutnya. Lalu aqu terkulai lemas.

Dia tersenyum geli, sambil membersihkan penis-ku dgn handuk. Betapa malunya aqu. Senyumnya seakan menertawakan aqu. Membuat aqu cepat-cepat mengenakan pakaian lagi, lalu membayarnya. Kalau saja aqu tidak malu, mungkin aqu sudah berteriak. Aqu tidak kuasa menerima keadaan seperti ini. Aqu benar-benar mengalami ejaqulasi dini.

Aqu benar-benar tersiksa dgn keadaan seperti ini. Seperti pada satu hari, saat aqu berkenalan dgn seorang artis panggung. Noni namanya. Seorang janda beranak satu, yg kabarnya suka menjual diri juga. Dan memang kabar itu tidak terlalu meleset. Buktinya dia mulai menggodaqu, saat pada satu malam mengunjungi tempat tinggalnya. Tentu saja aqu melayaninya, sebab aqu pun sudah terangsang sejak awalnya bertemu. Terlebih pakaian yg dikenakaAnnya begitu serba mini. Sehingga belahan buah dadanya yg bulat dan besar, terlihat dgn jelas. Pahanya yg montok pun, seperti sengaja dipamerkan, dgn mengenakan rok yg sangat mini.

Sekitar jam sembilan lewat limabelas menit. Anaknya yg baru berusia lima tahun, sudah terdengar suara dengkurnya di dalam kamar. Aqu hanya berduaan di ruangan tamu. Duduk di kursi dgn posisi berhadapan. Buah dadanya kian menantangku.
“Saya mau permisi dulu, Mbak” Kataqu dgn nada memancing. Ingin memastikan sikapnya.
“Kenapa buru-buru? Tenang saja. Mau nonton film yg baru?” begitu katanya sambil beranjak dari kursi, menuju sebuah televisi. Lalu tangaAnnya membuka laci, dan seperti mencari-cari sesatu. Tidak lama kemudian mengambil sebuah kaset VCD.
“Ini rame, lho” Katanya lagi, sambil menyalakan VCD, yg tersimpan di pinggir TV-nya. Lalu menyetelnya tanpa ragu lagi. Kukira film nasioanal. Ternyata sebuah film semi blue yg sejak awal, sudah mengeksploitas sexual. Kontan saja nafsu birahiku lebih membara. Kulihat gordeng jendelanya sudah tertutup rapi. Tapi mataqu tertuju pada daun pintu. Noni pun seperti yg mengerti. Dia menuju ke arah pintu, lalu menguncinya.

Sungguh berani sekali Noni. Dia langsung duduk di sebelahku, dgn merapatkan bodynya. Tatapan matanya sudah tidak asing lagi. Sebuah ajakan untuk melaqukan hubungan sex. SenyumaAnnya membawa bibirku untuk melumat bibirnya. Kita saling bercumbu dgn penuh hasrat birahi. Taygan film pun tidak dihiraukan lagi. Aqu lebih asik menikmati adegan yg nyata. Buah dada yg sejak awal hanya kulihat, kali ini bisa kuremas-remas dan kujilati dgn lidahku. Betapa nikmatnya permainan ini. Sudah kubaygkan, goygan pantatnya akan sangat lincah. Sebab aqu pernah menyaksikan goyg pinggulnya di atas panggung. Pantatnya berputar begitu indah. Dan kini, aqu tinggal menunggu saatnya yg akan segera tiba.

Tangan Noni membuka ikat pinggang dan relesting celanaqu. Lalu memasukan tangaAnnya ke dalam celanaqu. Penislku yg sudah menegang, dipegangnya dgn kuat, dan dipermainkaAnnya beberapa saat. Sungguh terasa begitu nikmat. Namun lagi-lagi desakan air maniku sudah memaksa untuk keluar. Tak tau karena tangaAnnya yg begitu lembut ato apa. Yg pasti, aqu tidak tahan lagi. Aqu sadar akan “bahaya”. Tanganku cepat-cepat menuntun tangaAnnya keluar dari dalam celanaqu. Bersama itu pula, air maniku muncrat.

Aqu berusaha untuk tenang. Tidak memperlihatkan sedang mengalami orgasme. Untungnya air maniku tidak kelihatan, sehingga Noni tidak tahu apa yg tengah terjadi. Dia tetap mencumbuku, bahkan mulai membuka baju kaosnya. Aqu pun berusaha melayani Noni, walau terasa sangat hambar. Demi harga diriku, aqu berusaha untuk berhasrat. Noni membuka kancing bajuku satu persatu. Sementara body bagian atasnya sudah bugil. Aqu memasukan jari tanganku dari bagian bawah rok mininya. Tidak terlalu sulit. Kutemukan lubang kemaluannya yg sudah berlendir. Bahkan Noni dgn cepat membuka celana dalamnya. Sehingga saat roknya disingkapkan, aqu melihat pemandangan yg begitu indah. Namun aqu sudah lemas. Aqu tidak bernafsu. Penis-ku sudah tidur lagi. Kupermainkan clitorisnya dgn agak memaksakan.

“Ayo” Noni berbisik dgn nafasnya yg mendesah.
Sejenak aqu merasa bingung, dan mencoba mencari jalan untuk menghadapinya.
“Non, saya mau ke air dulu” Akhirnya itulah yg kukatidakan.
Noni berhenti mencumbuku dgn keheranan. Tapi dia pun mengangguk, walau terlintas satu kekecewaan dari raut wajahnya.
“Di mana kamar mandinya?” Tanyaqu sambil berdiri. Noni menunjuk ke arah dapur. Aqu pun segera beranjak.

Di kamar mandi, aqu membuka celanaqu. Kubasahi penis-ku, lalu kubalur dgn sabun. Tanganku mencoba untuk mengocoknya dgn cepat. Sulit sekali. Untuk dibangunkan. Kupaksa lagi dgn lebih cepat, sambil menghayalkan kenikmatan sexual. Kurang lebih lima menit kemudian, barulah perlahan-lahan penis-ku berdiri. Aqu mulai punya harapan baru. Kupertahankan keadaan penis-ku. Lalu aqu cepat-cepat keluar dari kamar mandi, dan menghampiri Noni dgn mengenakan celana dalam saja.

Noni masih duduk, setengah berbaring di atas kursi. Dia tampak tersenyum, memandangku. Tak tau senyuman apa. Aqu tidak peduli. Yg jelas aqu dgn cepatnya menindih body Noni. Kubuka celana dalamku. Penis-ku agak mengendur lagi. Cepat-cepat kukocok beberapa kali, dan.. bles.. kumasukan pada kemaluan Noni. Dgn cepat pula kupompa. Lama kelamaan, aqu mulai merasakan keseimbangan. Penis-ku sudah sempurna, masuk-keluar pada kemaluan Noni. Aqu pun merasakan kenikmatan dari goygan Noni yg memang sangat lincah. Beberapa lama, aqu dan Noni saling berpagutan dalam irama yg cepat. Nafasnya sudah terdengar tidak beraturan. Bodynya pun dibanjiri keringat. Suara desahaAnnya tertahan. TangaAnnya menekan pantatku dgn keras.

“Emh.. hem” Itulah suara yg keluar dari bibirnya.
Bodynya mengejang, sambil tangaAnnya memeluk bodyku dgn erat. Aqu pun dalam keadaan yg sama. Kurasakan puncaknya akan segera tiba. Bodyku semakin merapat dgn body Noni. Aqu memeluknya juga dgn erat. Kutekan penis-ku dalam-dalam, sambil bibirku menggigit lehernya. Cret.. aqu rasakan air maniku keluar di dalam kemaluan-nya. Indah sekali. Bersama itu pula, Noni mencapai orgasme. Terasa ada kehangatan pada penis-ku, yg masih bersarang didalam kemaluan-nya. Kita mencapai titik orgasme pada waktu yg bersamaan. Aqu bahagia. Aqu bisa merasakan lagi nikmatnya bersebody. Aqu bahagia sekali. Sungguh bahagia.

Noni terlihat puas dgn persebodyan ini. Dia mengajakku menginap di rumahnya. Aqu pun tidak menolak, sebab keadaan sudah larut malam. Dgn senang hati, Noni memasakanku mie rebus. Kita makan bersama dgn lahapnya. Tidak lupa, Noni pun membuatkan segelas kopi panas. Membuat bodyku segar kembali. Kuhisap sebatang rokok, sambil menikmati suasana yg begitu menyenangkan.

Satu jam kemudian, Noni mengajaqu lagi mendaki puncak kenikmatan. Tentu saja tidak kutolak. Sebab aqu pun sudah merasa kuat lagi. Dan yg pasti, hasrat birahiku mulai bangkit kembali. Tapi baru saja kita bercumbu, tiba-tiba terdengar suara tangisan anaknya dari dalam kamar. Tentu saja Noni segera berhenti, dan berlari menuju kamar. Aqu mengambil nafas panjang.

“Dhamar” Noni memanggilku dari dalam kamar.
Aqu pun cepat-cepat bangkit, dan berlari menuju kamar. Kulihat Noni sedang memeluk anaknya.
“Matikan lampunya!” Kata Noni sambil menunjukan stop kontidak, yg letidaknya tidak jauh dari tempatku berdiri.
Kupijit. Dan keadaan pun jadi gelap.
“Maah, gelaap” suara anaknya terdengar lagi. Padahal tadi kelihataAnnya sudah tidur lagi.
“Iya sayg, ini ada Mamah di sini. Listriknya mati. Ayo tidur lagi” Terdengar jawaban Noni pada anaknya.

Aqu menghampiri Noni dgn hati-hati. Kurebahkan bodyku di belakang Noni.
“Anakku harus dipeluk terus” Noni berbisik sangat perlahan. Aqu pun mengerti.
Kubuka saja dulu seluruh pakaianku. Lalu tanganku meraba body Noni. Kubuka seluruh pakaiaAnnya dgn agak hati-hati. Kupeluk dari belakang, sambil kucumbu bagian lehernya. Turun ke punggungnya, sampai pada pinggangnya. Noni mendesah, tapi tidak melepaskan pelukan pada anaknya. Tanganku menerobos belahan pahanya. Lalu kumasukan jariku, mempermainkan clitorisnya. Lagi-lagi Noni mendesah, dan agak menggelinjang. Penis-ku makin menegang. Aqu tidak kuat lagi, ingin memasukaAnnya. Tangan kiriku melingkar pada lehernya. Tangan kananku bekerja, untuk memapah penis-ku. Noni mengerti. Dia mengangkat pahanya sedikit, membFerryan jalan masuk. Walau agak sulit dgn posisi seperti itu, namun akhirnya penis-ku bisa masuk dari belakang. Langsung saja kupompa dgn agak perlahan. Terdengar rintihan tertahan dari mulut noni.

Beberapa lama kemudian, Noni mengambil posisi menungging, dgn tangan yg masih mendekap body anaknya. Aqu mengerti, apa yg diinginkan Noni. Sebuah gaya yg sering dilihat dalam film blue. Kuikuti saja, dan memang dgn posisi menungging, penis-ku bisa masuk dgn mudah. Kupompa, keluar-masuk. Walau tidak diiringi cumbuan bibir, namun tetap terasa sangat nikmat. Kukencangkan pompaanku, sambil kupegang ujung rambutnya. Tidak ubah, seperti sedang menunggang kuda. Terdengar bunyi ranjang yg bergoyg, bersahutan dgn hentidakan nafasnya dalam setiap hentidakan penis-ku.

Setelah beberapa lama dgn posisi menungging, tiba-tiba tangan Noni mengeluarkan penis-ku. Lalu dia menarik tanganku untuk turun ke lantai, dgn nafasnya yg makin memburu. Aqu disuruh berbaring. Sedangkan dia mengambil posisi di atasku, berhadapan. TangaAnnya begitu cekatan, memapah penis-ku pada lubang kemaluan-nya. Lalu dia menggoygkan pantatnya setengah berputar. Semakin cepat goygaAnnya, kian terasa begitu nikmat.

“Akh” Ada suara tertahan dari mulutnya.
Aqu pun meremas buah dadanya dgn penuh perasaan. Terasa irama goygaAnnya kian tidak beraturan, bersama desahan nafasnya yg makin terdengar keras. Kedua telapak tangaAnnya mengusap-usap bulu dadaqu dan memijitnya. Aqu mulai menuju puncak orgasme, hingga kuangkat paha, serta kutekan penis-ku kuat-kuat. Noni pun menekan kemaluan-nya dan menghentikan goygaAnnya. Lalu bodynya mengejang, bersama dgn keluhan panjangnya. Bodynya terkulai lemas, menindihku. Aqu makin bernafsu. Tinggal beberapa saat lagi, maniku juga akan keluar. Tiba-tiba Noni bangkit dgn sisa-sisa tenaganya. Penis-ku terlepas dari kemaluan-nya. Tangan Noni memegang penis-ku, lalu mengulum dgn mulutnya. Terasa kontolku disedotnya. Tentu saja, maniku dgn cepat pula muncrat ke dalam mulutnya. Cret.. cret..

“Aah” bibirku pun tidak tertahan untuk mengeluarkan suara itu. Noni mengelus-elus penis-ku.
“Sayg, tidurnya di kursi yah” Noni berbisik. Aqu pun mengerti.
Noni membantuku mengenakan pakaian. Lalu menggandeng tanganku menuju kursi di ruangan tamu. Aqu langsung tertidur dgn pulas dan penuh kepuasan.

Jam sembilan pagi, aqu baru bangun. Di meja sudah tersedia segelas kopi dan beberapa macam makanan ringan. Aqu memang sangat lapar. Lalu aqu cuci muka dan gosok gigi dulu. Setelah itu, barulah aqu menyantap hidangan Noni. Sedangkan Noni sendiri tak tau pergi ke mana. Setelah menghabiskan sebatang rokok, aqu bangkit dan melangkah menuju kamar mandi. Kubuka pakaianku. Lalu kubasuh bodyku dgn air yg begitu jernih. Tiba-tiba, pintu diketuk dari luar.
“Siapa?”
“Noni”
Kubuka pintunya. Noni berdiri di depan pintu sambil tersenyum. Dia sudah terlihat segar, dgn mengenakan bajunya yg cukup rapi.
“Mana anakmu?”
“Lagi sekolah. Entar jam sepuluh dijemput”
“Di mana?”
“Ya di TK, dong” jawabnya. Membuat tanganku dgn cepat, menarik tangaAnnya.

Noni masuk ke kamar mandi. Kukunci pintunya. Dia pasrah, saat bajunya kubuka satu persatu. Kukucurkan air pada bodynya yg sudah bugil. Noni menggigil. Namun aqu senang menyaksikaAnnya. Kupeluk dgn hasrat nafsu yg mulai bangkit kembali. Adegan sex pun terulang untuk ketiga kalinya. Bahkan di kamar mandi, aqu dan Noni mempraktekan beberapa adegan yg pernah kulihat dalam film blue. Klimaknya kuambil adegan duduk dgn kaki menyilang. Betapa nikmatnya. Bodynya seakan ingin menyatu, saking eratnya pelukanku dan pelukaAnnya. Kali ini, kita mencapai puncak klimak bersamaan kembali. Semuanya diakhiri dgn mandi bersama. Noni. Oh, Noni.. Terimakasih. Noni telah mengembalikan kepercayaan diriku kembali.

Jika mengikuti ceritaqu dari awal, tentu tidak akan asing dgn nama Teh Ana. Tetangga kontrakanku yg cantik dan sexi. Suaminya pun tampan. Seandainya nilai ketampananku 8, maka suaminya adalah 8,5. Tapi yg aqu herankan, kenapa Teh Ana tiba-tiba tertarik untuk menghampiriku ke dalam kamar.

Sekitar jam delapan malam, Teh Ana mengetuk pintu kamarku. Tentu saja pada mulanya aqu merasa kaget. Disamping tidak biasanya, aqu pun heran dgn busana yg dikenakaAnnya. Gaun putih transparan. Jelas sekali, Teh Ana tidak mengenakan BH. Sehingga buah dadanya yg besar dan montok, terlihat oleh kedua mataqu. Awalnya, aqu gugup juga. Bahkan ada rasa ketaqutan dalam hatiku. Tentu saja taqut suaminya datang.

“Suamiku lembur” Ucap Teh Ana, seakan bisa menebak rasa kekhawatiranku.
Teh Ana pun tidak segan-segan untuk tidur-tiduran di atas kasurku.
“Enak juga kamarmu” begitu katanya sambil memeluk bantal.

Aqu masih termangu, belom mengerti dgn sikapnya dan situasi yg tengah kuhadapi.
“Teteh, apa enggak taqut ketahuan sama Ibu Kontrakan? Nanti dikiranya apaan” Aqu mengingatkaAnnya dgn ragu.
“Kamu juga kan tidak taqut, waktu kemarin three in one?” Teh Ana balik bertanya dgn tenangnya.
Tentu saja aqu terkejut.

“Teteh tahu?” Aqu terbelalak. Teh Ana cuma senyum sambil menganggukan kepala.
“Sudahlah, itu kan rahasia kita. Aqu ada perlu sama kamu. Mau kan nolongin aqu?”
“Iya Teh, saya mau”


Tiba-tiba Teh Ana menatapku dgn pandangan yg begitu menghasratkan. Dia seperti ragu untuk berkata. Namun aqu berusaha cepat tanggap. Pikirku, apa lagi kalau bukan urusan sex. Maka tanpa banyak basa-basi lagi, kuserbu bodynya yg begitu menggoda. Aqu melumatnya dgn bernafsu. Bibirnya kupagut dgn mesra, sambil menindih bodynya. Tanganku pun mulai bergerak ke arah bawah. Tapi tiba-tiba tanganku dipegangnya.

Rabu, 13 Desember 2017

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Guru Agamaku Saat Sedang Beli Pulsa

Desember 13, 2017 0
Cerita Dewasa Ngentot Dengan Guru Agamaku Saat Sedang Beli Pulsa

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Guru Agamaku Saat Sedang Beli Pulsa – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan Cerita Sex ketika diriku ngentot dengan ibu guru agamaku saat sedang membeli pulsa. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Semula aku tidak percaya telah berbuat mesum dengan seseorang yang sangat aku hormati, dia adalah Mbak Wulan (28 tahun) seorang guru agama di sebuah SMP negeri di Kota Yogyakarta. Aku mengenalnya karena suaminya yang bernama Susilo (40 tahun) sering mengisi pulsa di counter HP milikku.

Seminggu sekali dia ketempatku, kadang sendiri kadang juga berdua dengan istrinya. Karena sudah kenal baik aku sering mampir kerumahnya saat pulang dari toko, kebetulan rumahnya searah dengan tempat kosku. Oh ya namaku adalah Anton usiaku 22 tahun aku asal dari Surabaya.


Singkat cerita kami sudah akrab, mereka berdua sebenarnya keluarga yang sempurna menurutku, Mas Susilo bekerja sebagai teknisi listrik PLN dan mereka sudah memiliki 2 orang anak yang berusia 12 dan 8 tahun. Terus terang saat pertama bertemu dengan Mbak Wulan aku sudah sangat kagum, dia pintar, cantik dan sholehah karena selalu berjilbab rapi.

Selain itu dia juga taat pada suami dan pandai mendidik anaknya. Namun semua kekagumanku itu tiba-tiba berubah saat aku tahu kalau dia punya Pria Idaman Lain. Hal ini ku ketahui tanpa sengaja ketika aku melihat Mbak Wulan berboncengan dengan seorang lelaki di sebuah objek wisata di Kabupaten Magelang, padahal waktu itu masih jam sekolah dan seharusnya dia masih mengajar.

Akupun terus mengikutinya dan mereka berdua berhenti di tempat yang sepi di sebuah warung yang tak di pakai lagi. Dengan mengendap-endap aku merekam aksi mereka berdua yang memadu kasih di tempat sepi. Walaupun mereka hanya sekedar berpelukan dan berciuman namun ini bisa jadi bukti yang kuat atas perselingkuhan mereka.


Pada keesokan harinya aku berniat memberitahukan perselingkuhan ini pada Mas Susilo, namun saat aku datang kerumahnya aku cuma bertemu dengan Mbak Wulan. Entah setan mana yang menghasutku, tiba-tiba aku ingin memanfaatkan ini untuk berbuat sesuatu pada Mbak Wulan ketika aku diberitahu bahwa Mas Susilo sedang pergi mengunjungi Ibunya di Purwokerto beserta dua anaknya. Akhirnya akupun menjelaskan tentang rekaman video itu sambil mengancam Mbak Wulan akan mengirimkan rekaman ini pada suaminya.

Dia sangat terkejut dengan pernyataanku yang mengetahui dengan detail perselingkuhannya dan akhirnya dengan menangis diapun memohon padaku untuk menghapus video itu dan sebagai gantinya dia berjanji akan memberi imbalan apapun yang aku inginkan.

Akhirnya Mbak Wulan masuk perangkapku, dengan terus terang akupun meminta imbalan pertamaku yaitu mengajaknya mandi bersama. Dia langsung menolaknya dan menawarkan uang sebagai gantinya, namun aku tetap pada pendirianku sambil menyatakan bahwa aku tak butuh uang. Setelah sedikit bujukan akhirnya diapun mau menerima permintaanku dan aku segera menuju kamar mandi, sedangkan Mbak Wulan terlebih dulu mengambil handuk di kamarnya.

Hal ini sengaja kulakukan agar aku bisa meletakkan HPku di tempat yang aman untuk bisa merekam aksi kami tanpa diketahui oleh Mbak Wulan. Sesaat kemudian diapun datang hanya dengan berlilitkan handuk, karena semua pakaian dan jilbabnya sudah di lepas di dalam kamar. akupun segera melepas pakaianku hingga bugil.

Dia terkejut melihat torpedoku yang berdiri tegak karena terangsang dan segera kuraih tangannya lalu kuajak masuk kekamar mandi. Dia hanya diam saja sambil merunduk malu dan kesal pada perbuatanku, tapi aku tak peduli segera saja kutarik handuknya dan kamipun sama-sama bugil.

Aku sempat tertegun melihat tubuh Mbak Wulan yang sangat seksi, kulitnya yang putih mulus sangat kontras dengan warna rambutnya yang hitam panjang tergerai sampai punggung. Setelah itu kamipun mandi berdua dengan menggunakan shower sambil menikmati guyuran air aku mulai mencumbui Mbak wulan, awalnya dia menolak namun dengan sedikit ancaman diapun menurut juga.

Dengan leluasa aku memainkan organ intimnya, payudaranya yang montok dan berukuran 34B itu menjadi santapan empuk bagi bibir dan lidahku. Selain itu kedua telapak tanganku juga secara bergantian bergerilya di sekitar vagina dan pantatnya yang bahenol. Awalnya Mbak Wulan selalu berusaha menghindar saat aku memasukkan dan memainkan jariku ke lubang vegy miliknya namun akhirnya dia pasrah juga, mungkin karena sudah terangsang.

Setelah beberapa lama perkiaanku ternyata benar, Mbak wulan mulai mendesah karena birahi dan akhirnya dia orgasme. Tubuhnya meliuk-liuk dan sesekali mengejang sambil mulutnya terus merintih. Aku tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, saat dia lengah segera kuposisikan tubuhnya sedikit menungging dan kupeluk dari belakang, dia menurut saja dan tak tahu kalau sebentar lagi akan kuentoti. Aku terus memainkan jariku di lubang vegy miliknya dan pada saat yang tepat langsung kuganti dengan kontolku yang telah berdiri tegak Blezz…. Slepp kontolku menancap sempurna.

Mbak Wulan langsung berontak dan berusaha mencabut kontolku dari vaginanya, namun hal itu sia-sia saja karena aku sudah merengkuhnya dengan sepenuh tenaga sehingga perlawanannya tak berguna. Dengan leluasa aku mulai mnggoyangkan pantatku maju mundur dengan irama pelan agar tidak lepas lalu diapun mulai rileks dan tak berontak lagi, mungkin dia mulai menikmati goyangan kontolku di dalam vegynya.

Akupun mulai menambah kecepatan goyanganku Slepp…slepp…slepppp…oh…ahhh..ahhh oh…. aku dan Mbak Wualn mulai saling mendesah dan tak berapa lama dia kembali orgasme, namun reaksinya jauh berbeda dengan yang pertama. Dia mengerang dan mendesah tak karuan

Ahhh….Uhghhh….ahhhchh …ohhh….. akupun menjadi bersemangat dan semakin mempercepat goyanganku lalu diapun terkulai tak berdaya di sambil bersandar pada bak mandi. Oh… Ton kamu jahat banget sih….. aku kan sudah keluar banyak, ko masih di goyang terus….aku jadi lemas nihh.

Akupun kembali memeluknya Maaf Mbak…. aku benar-benar terangsang dengan tubuhmu yang bahenol, jadi pinginnya goyang terusss…..Tapi enak kan Mbak..? Mbak Wulan tersenyum malu sambil mencubit perutku, Ton… kalo dari tadi aku tahu kamu pinter ngentot, nggak usah dipaksapun aku mau kamu entotin. Aku sangat kaget dengan pernyataanya ini, namun hal ini dibuktikan oleh dia. setelah tenaganya pulih dia tidak menolak kuajak ngentot lagi, namun dia minta pindah kedalam kamar tidur.

Masih dalam kondisi bugil aku keluar dari kamar mandi untuk mengambil HPku yang kuselipkan di atas lubang ventilasi lalu segera masuk ke dalamkamar Mbak Wulan. Sambil menunggu dia datang kulihat kembali rekaman tadi dan hasilnya cukup memuaskan, karena semua adegan itu terekam dengan baik. Setelah itu aku segera mencari tempat yang pas untuk merekam aksiku yang kedua, tak jauh dari kasur ada tumpukan kulihat pakaian, segera kuletakkan disana sehingga tersamar dengan baik.

Setelah Mbak Wulan masuk kamar akupun segera mencumbuinya, sengaja kuarahkan vaginanya menghadap kamera HP yang berada diantara tumpukan pakaian, sehingga aksi jari-jariku yang nakal di vagina Mbak Wulan terekam dengan baik. Setelah puas bercumbu kupun segera mengentotnya yang kuawali dengan posisi terlentang.

Bless….Sleppp tanpa kesulitan aku menancapkan torpedoku dan rasanya memang mantap…. clepp..cleppp..ahhh…ahhhh….ohh..ohhh. Hanya desahan dan suara tumbukan kelamin kami yang terdengar dan berbagai gaya dalam ngentot seperti dalam film bokep yang ku tonton aku coba, termasuk gaya Dogy favoritku. Sampai akhirnya aku puas dan mencapai orgasme 2 kali. Sedangkan Mbak Wulan terkapar sampai tertidur karena kelelahan. Bahkan saat kurekam tubuh bugilnya dari jarak dekat dia hanya diam saja.

Sejak saat itulah fantasi Sex yang aku inginkan selalu dapat ku praktekkan, aku menjadi sering mendownload film bokep dari barat dan kemudian aku coba lakukan dengan Mbak Wulan. Dia tak pernah menolak, kapanpun aku minta ngentot asalkan nggak sedang menstruasi dia akan datang. Karena kebetulan tempat kosku sangat aman maka aku tak pernah repot mencari tempat untuk ngentot.


Namun bila rumah Mbak Wulan sepi aku lebih suka ngentot dirumahnya untuk melampiaskan fantasi Sex ku karena aku bisa lebih bebas berekspresi di berbagai tempat, tidak cuma di atas kasur, bisa di dapur, di ruang tengah, di meja makan di kamar mandi, di tempat jemur pakaian DLL.

Di rumahnya aku memiliki tempat favorit untuk melampiaskan fantasi sex ku yaitu diatas kursi sofa di ruang tamu karena lebih santai dan penuh sensasi. Sampai saat ini aku terus melakukan perselingkuhan ini.

Minggu, 10 Desember 2017

Cerita Dewasa Keperjakaanku Hilang Saat Berkunjung Kerumah Dosenku

Desember 10, 2017 0

Cerita Dewasa Keperjakaanku Hilang Saat Berkunjung Kerumah Dosenku – Kali ini SIANGMALAM228 akan menceritakan Cerita Sex ketika keperjakaanku hilang saat sedang berkunjung kerumah dosenku. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.

Terlahir dari keluarga sederhana membuatku menjadi anak yg bisa di katakan pemalu. Kejadian ini terjadi sewaktu aku masih kuliah. Karena pada dasarnya aku adalah tipe orang pemalu, maka jarang sekali mempunyai kawan perempuan, awal ceritanya begini sewaktu ujian tengah semesteran ,dosen pengampuku minta tolong untuk datang kerumahnya selesai perkuliahan karena dia akan keluar kota.

Bandar Poker Online Indonesia


Pada hari yg sudah ditentukan, aku pun datang ke rumahnya sekitar jam 7 malam. Sewaktu itu rumahnya hanya ada pembantu (yg juga masih muda dan cantik). Suaminya ketika itu belum pulang dari rapat di puncak. Sewaktu aku membuka pintu rumahnya, aku sedikit terbelalak karena dia memakai gaun tidur yg tipis, Sehingga terlihat payudara yg menyumbul keluar. Sewaktu aku perhatikan, dia ternyata tak memakai BH. Terlihat waktu itu payudaranya yg masih tegak berdiri, tak turun. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B.

Sewaktu aku sedang memperhatikan Dosen aku itu, aku kepergok oleh pembantunya yg ternyata dari tadi juga memperhatikan aku. Seketika itu juga aku menjadi gugup, namun kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya padaku, dan dgn segera selanjutnya ia memberikan minuman padaku. Sewaktu ia memberi minum, belahan dadanya jadi terlihat (karena pakaiannya sedikit pendek), dan sama seperti dosen aku ukurannya juga besar. Kemudian dosenku yg sudah duduk di depan aku berkata, (mungkin karena aku melihat belahan dada pembantu itu)

“Kamu pingin ya “nyusu” juga ya sama payudara yg sintal..?” Aku pun tergagap dan menjawab,

“Ah… enggak kok Bu..!” Lalu dia bilang,
“Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin kamu.” Mungkin karena ia aku anggap bercanda, aku bilang saja,
“Oh.., boleh juga tuh Bu..!” Tanpa diduga, ia pun mengajak aku masuk ke ruang kerjanya. Sewaktu kami masuk, ia berkata,
“Parjono, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!”
Kemudian aku menurut saja, aku lihat punggungnya. Karena tak ada apa-apa, aku bilang,
“Nggak ada apa-apa kok Bu..!” Namun tanpa disangka, ia malah membuka semua gaun tidurnya, dgn tetap membelakangiku.

Aku lihat punggungnya yg begitu mulus dan putih. Kemudian ia menarik tangan aku ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar hatiku berdebar tak karuan. Kemudian aku merayapi putingnya, dan benar perkiraan aku, putingnya besar dan masih keras.
Kemudian ia membalikkan badannya, ia tersenyum sembari membuka celana dalamnya. Terlihat di sekitar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yg lebat. Kemudian aku berkata,

Agen Judi Online Terpercaya


“Kenapa Ibu membuka baju..?” Ia malah berkata,
“Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.”

Karena disuut rangsangan dari badan yg indah, aku ingin juga merasakan badannya, aku pun tanpa basa-basi langsung mencium dan juga meremas payudaranya. Aku hisap hingga ia merasa kegelian. Kemudian ia membuka pakaian aku, ia pun terbelalak sewaktu ia melihat gagang kejantanan aku.

“Oh, besar dan panjang..!” Dosenku pun sudah mulai terlihat atraktif, ia mengulum kemaluan aku hingga biji kemaluanku. Rasanya sungguh tak terbaygkan
“Ah.. ahh Bu… enak sekali, terus Bu, aku belum pernah diperlakukan seperti ini..!” desah aku.

Karena dipuji, ia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Aku juga meremas-remas terus payudaranya, nikmat sekali kata dosen aku. Kemudian ia mengajak aku untuk merubah posisi dan membentuk posisi 69. Aku mencoba menjilati kemaluannya , karena menurutku rasanya aneh, aku mencoba dgn memasukkan jari aku, berharap bisa memberi yg terbaik.

“Ah.. Parjono, aku sudah nggak kuat nih..! Cepat masukkan kemaluanmu..!” katanya.
“Baik Bu..!” jawab aku sembari mencoba memasukkan gagang kemaluan aku ke liang senggamanya.
“Ah.., ternyata sempit juga..! Jarang dimasukin ya Bu..?” tanya aku.
“Iya Parjono, suami Ibu jarang bercinta dgn Ibu, karena itu Ibu belum punya anak, ia pun juga sebentar permainannya.” jawabnya. Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang sewaktu dimasukkannya kemaluan aku sembari berkata,
“Ohh… ohhh… besar sekali kemaluanmu, tak muat ke kemaluanku, ya Parrr..?”
“Ah nggak kok Bu..” jawab aku sembari terus berusaha memasukkan gagang keperkasaan aku.

Kemudian, untuk melonggarkan lubang kemaluannya, aku pun memutar-mutar gagang kemaluan aku dan juga mengocok-ngocoknya dgn harapan dapat melonggarkan liangnya. Dan betul, lubang senggamanya mulai membuka dan gagang kejantanan aku mulai masuk setengah.

“Ohhh… ohhh… Terus Prrr, masukkan terus, jangan ragu..!” katanya memohon.

Sesudah memutar dan mengocok gagang kejantanan aku, akhirnya masuk juga kemaluanku semua ke dalam liang keperempuanannya.

“Oohh pssfff… aha hhah.. ah…” desahnya yg diikuti dgn teriakannya,
“Oh my good..! Ohhh..!” Aku pun mulai mengocok gagang kemaluan aku keluar masuk.
Tak sampai semenit kemudian, dosenku sudah mengeluarkan cairan kemaluannya.
“Oh Parjono, Ibu keluar…” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.
Cairan itu juga memudahkan aku untuk terus memaju-mundurkan gagang keperkasaan aku. Karena cairan yg dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi,
“Crep.. crep.. sleppp.. slepp..” sangat keras.

Karena aku melakukannya sembari menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya. Saat itu aku sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami).

Oh, betapa bahagianya aku sembari terus mengocok gagang keperkasaan aku maju mundur di liang kemaluan dosen aku. Aku juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yg masturbasi sendiri, dan aku baru kali ini melihat perempuan masturbasi.

Cerita Dewasa

Sesudah 15 menit bermain dgn posisi aku berada di atasnya, kemudian aku menyuruh dosen aku pindah ke atas aku sekarang. Ia pun terlihat agresif dgn posisi seperti itu.

“Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas badan aku.
15 menit kemudian ia ternyata klimaks yg kedua kalinya.
“Oh, cepat sekali dia klimaks, padahal aku belum sekalipun klimaks.” batin aku.

Kemudian sesudah klimaksnya yg kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, sedangkan aku berdiri di depannya. Aku terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.

“Oh.. oh.. Parjono, pelan-pelan Parrr..!” katanya.
Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukan gagang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian ia ternyata mengalami klimaks yg ketiga kalinya.

“Ah Parjono, aku keluar, ah… ah… ahhh… nikmat..!” desahnya sembari memuncratkan kembali cairan kemaluannya yg banyak itu.

Sesudah itu ia mengajak aku ke bath-tub di kamar mandinya. Ia berharap agar di bath-tub itu aku dapat klimaks, karena ia kelihatannya tak sanggup lagi membalas permainan yg aku berikan. Di bath-tub yg diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi untuk mengusap-usap badan kami. Karena dosen aku sangat senang diusap payudaranya, ia terlihat terus-terusan bergelinjang. Ia membalasnya dgn meremas-remas buah kemaluan aku menggunakan sabun (bisa pembaca rasakan nikmatnya bila buah zakar diremas-remas dgn sabun).

Sesudah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yg keempat bagi dosen aku dan yg pertama bagi aku.

“Oh Parjono, aku mau keluar lagi..!” katanya.

Sesudah terasa penuh di ujung kepala kemaluan aku, kemudian aku keluarkan gagang kejantanan aku dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas payudaranya sembari mengusap-usap lembut.

“Oh Parjono, engkau sungguh kuat dan partner bercinta yg dahsyat, engkau tak cepat klimaks, sehingga aku dapat klimaks berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Parjono. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku klimaks sekali saja,kadang-kadang tak sama sekali.” ujar dosen aku.

Kemudian karena kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan aku keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaian aku yg berserakan di sana. Di luar ruang kerjanya, aku lihat pembantu dosen aku tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sembari memasukkan jari-jarinya ke dalam kemaluannya.

Karena melihat badan pembantu itu yg juga montok dan putih bersih, aku mulai membaygkan bila aku dapat bersebadan dgnnya. Yg menarik dari badannya adalah karena payudaranya yg besar, sekitar 36D. Akhirnya aku pikir, biarlah aku main lagi di ronde kedua bersama pembantunya.

Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah sesudah melihat permainan aku dgn majikannya. Aku langsung menindih badannya yg montok itu dgn sangat bernafsu. Aku mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya.

Aku mencium dan menjilat seluruh permukaan payudaranya dan turun hingga ke bibir kemaluannya yg ditumbuhi hutan lebat itu. Tak berapa lama kemudian, kami pun sudah mulai saling memasukkan alat kelamin kami.



Kami bermain sekitar 30 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti sewaktu kami sudah 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing.

Oh, ternyata aku sudah bermain seks dgn dua perempuan bernafsu ini selama satu setengah jam. Aku pun akhirnya pulang dgn rasa lelah yg luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya aku merasakan bercinta dgn perempuan.